“Dengan pelibatan kekuatan pengamanan dari unsur Polri dan TNI yang dikerahkan yaitu sebanyak 12.776 personil (6.743 Polri dan 6.033 TNI), serta dari unsur Linmas sebanyak 32.998 personel yang tersebar di 16.499 TPS, saya yakin kita semua sanggup dan siap menjamin suksesnya pemilu 2019,” ungkap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Ada beberapa potensi gangguan selama pemilu 2019 yang harus kita cegah dan tangkal, diantaranya:
1. Praktek-praktek kecurangan pemilihan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, baik penyelenggara, pemilih, serta pihak lainnya yang dapat memicu penolakan dan protes dari pihak lain dan berujung konflik;
2. Ancaman fisik dan non-fisik terhadap keamanan para calon, pemilih, dan upaya-upaya pihak tertentu yang sengaja ingin menimbulkan gangguan kamtibmas;
3. Ancaman terhadap keamanan fasilitas umum, dan sarana prasaranan penunjang pemilihan suara seperti tps, kotak suara, alat komunikasi, dan sebagainya;
4. Ancaman-ancaman lainnya terhadap seluruh proses pemilihan, khususnya pada puncak pesta demokrasi pemungutan suara hari Rabu tanggal 17 april 2019;
“untuk itu, dengan mengedepankan tindakan pro-aktif yang preemtif dan preventif, dan didukung kegiatan intelijen, juga memberdayakan seluruh potensi dilapangan, serta relawan yang siap bekerja sama dalam semangat sinergitas, soliditas dan solidaritas maka Polri akan siap dalam mengantisipasi setiap kerawanan kamtibmas yang akan menggangu jalannya Pemilu,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
