in ,

Mancing di Bulan Ramadan

Oleh: Bintang Fajar SB

Siang tadi pada pukul 12 .00 PM aku berangkat ke masjid untuk salat Dzuhur. Setelah sampai di masjid aku melihat temanku duduk sambil menundukkan kepala di sebelah pojok masjid.
“Subahanallah….. Rajinnya,” pujiku.
Seketika itu ia mengangkat kepalanya dan aku pun tertawa geli melihat ilernya yang mengalir perlahan dari mulut ke sekujur dagunya.
“Masyaallah… Kirain dzikir, ehhh ternyata…”ucapku sambil tertawa.
“Ya udah, ayo salat!”
Seketika itu ia langsung mengambil wudhu dan kami pun salat berdua, berjamaah.Kenapa kami salat berdua? Yang lainya mana? kami salat berdua karena ketika Dzuhur warga di kampung kami sangat sibuk akan pekerjaannya dan lain-lain, maka dari itu jarang sekali kalau pas waktu salat Dzuhur dan Ashar warga yang datang ke masjid.
Setelah kami selesai salat
Aku pun bersalam dengan temanku yang tadi.
“Eh…. Ada buat ndak kamu siang ini?”
“Ndak ada Jar…. Emang kenapa??”
“Hmm..Kalau ndak ada buat kita mancing jak”.
“Mancing di mana?” tanyanya dengan semangat.
“Mancing di Unit Tiga aja yuk,” ajakku dengan semangat.
“Ok bos.. Tapi aku ganti pakaian dulu,” pintanya.
“Ok ..nanti langsung ke rumah aku aja ya,”
Lalu kami pun pulang ke rumah masing-masing.
Setelah selang beberapa menit ia pun datang dengan membawa beberapa alat pancing.
“Banyaknya pancing yang kamu bawa”.
“Iyalah… Nanti biar bisa mancing belut juga”.
“Ooh iyalah ayo berangkat”.
Sesampainya di lokasi aku pun mempersiapkan apa apa yang akan dipasang.
“Eh, Fajar selfo look”.
“Oh iya lupa aku,” seketika itu aku merogoh sakuku satu demi satu.
“Ya Allah…. Aku lupa bawa HP guhhh….”
“Yah… Kamu bah pelupa. Ya sudah ayo mancing”.
“Ayo , go go go,” jawabku dengan semangat.
Menit berganti jam, dan tak terasa sudah 1 jam lebih kami memancing, tapi tak dapat sedikitpun ikan.
Lalu kami pun menuju ke bawa pohon beringin yang ada di sana.
“Jar… Kamu capek nggak?”
“Kalau capek si nggak,cuman panas aja”.
“Kenapa ya kok nggak seperti hari-hari biasanya”
“Maksudnya??”
“Haduuh, Lihat aja…kalau hari biasanya banyak kok ikannya. Eeh, tapi hari ini kok nggak ada ya. Apa jangan-jangan mereka puasa juga ya”.
“Hahahaha….” Aku pun seketika itu tertawa terbahak-bahak setelah mendengar apa yang ia ucapkan.
“Kamu lapar too?? Kok sampai ngigau ke situ”.
“Ya elah. gurau kali Jar !!!”
“Eh Jar, ambil kelapa yok”.
“Untuk apa Guh”.
“Untuk diminumlah”.
“Nggak ah, aku sudah banyak menu berbuka”.
“Bukan untuk buka, untuk diminum sekarang”.
“What… Minum sekarang ?!!
Haduuh….. Mending pulang ajalah, daripada ngigau di ladang orang,” ajakku.
“Iya deh kita pulang”.
Seketika itu kami pulang dengan tangan hampa. Entah ada apa dengan hari ini. Biasanya kalau kami mancing pasti dapat setidaknya 1 kg bahkan lebih.
Ah…. Mungkin ini sudah sekenario tuhan, sadarku. Setelah sampai di rumah aku pun mandi dan bersiap-siap untuk berbuka puasa.(*)

Written by teraju

Tambang batubara yang terletak di Desa Kerta Buana, Tenggarong Seberang, Kaltim. Photo Asman Azis

Agama dan Militer Orba, Biang Kerusakan SDA di Kalimantan Timur

Makan Mewah Hanya Angan