Hubungan KEP dan SETC bukan baru kali ini. Sudah lama. Sejak 10 tahun silam. Dimulai dengan keberangkatan wartawati Harian Borneo Tribune Safitri Rayuni ke The Age, koran tertua di Melbourne, lalu berjumpa ayahanda Aria Jalil. Melalui Iphiet sapaan ibu muda yang kini bekerja sebagai ASN di Distan Provinsi Kalimantan Barat, hubungan korespondensi berlanjut hingga Pak Aria menyalurkan segenap “olahkanuragannya” ke daerah tapal kuda: Singkawang, Sambas, Bengkayang. Beliau beli lahan 4ha di lereng Gunung Poteng dan hendak meningkatkan mutu SDM Kalbar lewat kepakarannya yakni pendidikan. Titik sentuh kami sama: bahasa internasional. Tentu bassicnya kecintaan terhadap NKRI agar madjoe djaja selaksa soempah pemoeda bahkan soempah palapa datoknda Gadjahmada.
Alhamdulillah kini setelah 10 tahun persahabatan dan kekeluargaan, anak beranak ini sepakat bergabung. Mewujudkan cita bersama membangun sebuah universitas. Seperti muqaddimah di atas.

IMG 20200104 072353 165
Dr Aria Jalil diplomat ulung Kalimantan, mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedubes RI Australia. Sohib Prof Dr Hadari Nawawi sesama kelahiran Sekadim

Saya perkenalkan “Kabinet KEP” mulai dari Menteri Digital Market Adjie, Menteri Events Belly Satria akrab disapa Kobeng, Direktur Eksekutif KEP Meiry Dintia Arini, Menteri Finance Dwi Syafriyanti, Menteri KEP’s Health Uray Deki Akbari, Literacy and Neoseum Minister Jeammy Rodjas, KEP’s Mosque and Baitullah Minister Yodhi Kaidavi etc. “Saya diplomat, terbiasa menghadapi para menteri, tapi biasanya 1 saja. Baru kali ini saya menyambut banyak sekali menteri,” puji Dr Aria meledakkan tawa di joglo pinggir danau sehingga membuat ikan nila yang tenang berenang jadi kaget sampai lompat…