“Program kita biar pun sedikit tapi jalan. Itu dulu. Pegang kata kuncinya. Jalan,” tegas H Zul–sapaannya–dengan suara penuh wibawa berlatar bariton insan bhayangkara.
Sirajul Islam pun ditunjuk BWI Kalbar Bidang Wakaf Produktif sebagai percontohan tata kelola wakaf di Kota Pontianak dengan kondisi yang relatif mati suri menjadi produktif dan lebih produktif lagi. Model yang dijadikan rujukan kemajuan adalah tata kelola mesjid Jogokaryan di Yogyakarta, maupun Munzalan Mubarakan dan Sulthan Annashira serta Ikhwanul Mukminin di Sungai Raya Dalam. Satu lagi roll-model rujukan adalah Mesjid Raya Mujahidin-Pontianak sebagai mesjid provinsi Kalbar di atas tanah wakaf Pemprov seluas 6.3 hektar serta dikelola secara produktif.
Kini, Rabu, 23/12/20 hari kedua “reinstal power system” pemuda-remaja mesjid Sirajul Islam dilakukan. Terhimpun tiga anak muda yang punya basis akademis sangat bagus. Seorang mahasiswa STMIK (ilmu komputer). Seorang lagi mahasiswa teknik elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Seorang lagi mahasiswa semester akhir Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Ketiganya berkomitmen menggerakkan pemuda-remaja mesjid dengan satu program unggulan. Program unggulan itu telah digadang-gadang dalam pertemuan instal power system tahap satu. Besok, Kamis, 24/12/20 akan dilanjutkan dengan pembentukan team-work yang solid: belajar dari Pasukan Amal Sholeh (Paskas) milik Munzalan dan Pasukan Berkuda milik Sulthan Annashira, maupun muda-milenialis ala Kampoeng English Poernama, Teraju.Id dan Binabud Chapter Pontianak-Kalimantan Barat. Termasuk Djagat Kerdja, Akselerasi Indonesia serta anggota Konsorsium Tawaf Indonesia lainnya. Di sana ada Ikapi Kalbar, Ikadi, ISNU dan Lazismu.
