teraju.id, Pontianak – Tadi malam bertempat di Everyone Cafee Jalan Karna Sosial Binabud Chapter Pontianak menyelenggarakan “ritual” puncak dari satu tahun program pertukaran pelajar AS dan Italia di Indonesia Cq Kalimantan Barat.
Program pertukaran pelajar ini dijalankan Binabud Chapter Pontianak satu di antara 20 chapter di seluruh Indonesia. Program yang semula bernama AFS yang sejak 70 tahun silam sudah mewarnai Indonesia. Bahkan sudah lebih seabad untuk sejarah berdirinya AFS Internasional.
Program pertukaran pelajar yang diikuti Sela asal Amerika Serikat dan Muhammad Amin Azeroual asal Italia adalah periodisasi kelima bagi Chapter Pontianak yang mulai berdiri di tahun 2012-2013. Keduanya menjalani program dengan protokol Program Hosting Pusat yang ketat bertaraf internasional.
Binabud Chapter Pontianak tidak bekerja sendiri dalam Intercultural Learning yang penting bagi tatanan masyarakat global, melainkan dibantu “support system” berupa orangtua asuh dan sekolah tempatnya belajar.
Sela bersekolah selama 10 bulan di SMA Santo Paulus dan orang tua asuh Pak Agus di kawasan Jalan Akcaya. Adapun Muhammad Amin Azeroual bersekolah di SMAN 4 dengan orangtua asuh Pak Ginting di kawasan Jl Tabrani Ahmad.

Farewell Party diikuti rasa perpisahan yang menguras emosi, lantaran banyaknya kenangan penuh suka cita bersama. Bahkan Farewell Party tidak hanya tadi malam, bahkan juga di sekolah…sebuah perpisahan yang kami tabalkan dengan semangat, “Bahwa kalian hanya berpisah sebentar. Di waktu berikutnya ada rumah kalian, sahabat kalian, saudara kalian, orangtua kalian di sini. Di Bumi khaTULIStiwa.”
Untuk itu mata kami berkaca-kaca. Peluk mesra dalam rasa dan karsa saling pemahaman budaya untuk “creating future leader” yang berperan mengangkat marwah umat manusia yang damai dan harmoni. Ingat bahwa pembangunan dunia yang damai dan sejahtera jika pemimpinnya adil dilandasi kenal dengan baik budaya orang lain.
*
Acara dimulai dengan MC bilingual Rani. Ia membimbing acara sejak 19.15 dengan dinner party disusul sambutan President Chapter dan laporan koordinator bidang hosting.
Sela dan Amin juga didapuk menyampaikan pesan dan kesan. Begitupula pihak sekolah dan orangtua asuhnya.
Acara tambah seru dengan berbagai kuiz dan serah terima bingkisan. Lalu foto bersama.
Tanpa terasa waktu berdetak ke pukul 22.00. Siomay dan minuman segar terasa makin pas.
*
Organisasi pertukaran pelajar bernama Bina Antarbudaya bisa diklik di Mbah Google. Visi, misi, program aksi dan alumninya bertabur-biar di jagad internet tersebut. Binabud bukan organisasi abal-abal. Pendirinya antara lain edukator cum penyair angkatan 66 Taufik Ismail. Ada sederet nama alumni yang duduk di jajaran kabinet dan pesohor seperti Mensos Risma, Menbud Fadli Zon hingga Anies Baswedan dan Nazwa Shihab.
Hal ini penting kami utarakan sebab Binabud Chapter Pontianak juga mengirim pelajar ke mancanegara. Di saat ini saja ada “anak” Kalimantan Barat sedang pertukaran pelajar ke Paman Sam. Di sana anak kita juga diurusi oleh AFS Internasional dengan partner lebih dari 80 negara termasuk Indonesia.
Pernah ada ortu yang curiga bahwa Binabud itu organisasi apa? Apakah bukan pengiriman TKI/TKW? Bahaya dengan penipuan.
Syukurlah. Kami bisa meyakinkan. Dan ortu yang anaknya lolos program ke USA mengucapkan terimakasih. Kini putrinya study lanjut ke Al Azhar di Kairo.
Alhamdulillah. Lebih dari 2 lusin anak Kalbar telah mengikuti program pertukaran pelajar ini dan sebagian dari mereka telah terjun ke kancah kerja profesional.

Kepada pembaca di Indonesia dimana ada 20 chapter, khususnya Kalimantan Barat yang putra putrinya berminat ikut pertukaran pelajar silahkan mendaftar di Binabud Chapter Pontianak yang berkantor di Purnama Agung VII dengan narahubung 08125710225. Begitupula untuk sekolah dan keluarga asuh.
Pengalaman pertukaran pelajar bisa disimak di kanal YouTube teraju.id. Di sana ada pengalaman Sela dan Amin maupun Marcel Jonathan yang setahun ke IOWA AS.
*
Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kesemua program berjalan sukses dan lancar.
Setelah Sela dan Amin kembali ke negara asalnya–dan kita sambut kembali di sini tentunya at anytime–sebagaimana para pendahulu mereka–sebutlah Sane (Belgia)–akan hadir kembali siswa hosting baru dari Italia dan Jepang.
Bersama kita bisa melalui gerakan keberjamaahan. Kegotongroyongan. Volunteerism.
Yuk kita rajut kerjasama multilateral dalam balutan pendidikan lintas budaya antarnegara-antarbenua. *
