teraju.id, Pontianak – Sadar bahwa beliau bukan orang sembarangan, maka itenerary orang nomor satu di bidang inovasi keuangan syariah dunia ini juga tidak bisa sembarangan. Dijemput dengan sahabat terbaik, satu kelas doktoral Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga Wadek 1 FEBI IAIN, Ketua IAEI Kalbar serta BWI maupun KDEKS Kalbar Dr Rasiam Bintang, MA.
Landing di Soepadio Intnl Airport kami menawarkan kuliner Bumi Khatulistiwa yang kaya. Maka orang yang menyalurkan 3 ribu triliun ikhtiar inovatif Sukuk Negara melalui Cash Waqf Link Sukuk (CLWS) ini menyebut dimsum. Katanya uenak tenan. Pernah dinikmati saat ke Pontianak satu-dua kali sebelumnya. Momentum pertama kunker keuangan dan kedua saat kami mendapuk beliau sebagai narasumber utama Festival Wakaf Akbar Kalbar 2023. Gedung Garuda. Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
Akhirnya kami melewati sore di Dimsum Pot Gajahmada. Beliau kemudian rehat di Gulden Tulip sebab esok pagi beracara Kick Off Biosfer Kalimantan Barat bersama Bapak Gubernur, 250 undangan multipihak oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan.
Hidup yang dikomandoi Abangnda Ir H Adiyani Bin Daeng Yakim Noor Bin Daeng Gelendong. Pada kesempatan emas tersebut Yunda Dr Dwi Hadiningdyah, SH, MA menjadi saksi MoU antara ekosistem syariah yakni Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura tentang Wakaf Pohon Wakaf Pantun Wakaf Karbon Wakaf Biodiversity and Biocultural di lahan seluas lk 20k ha berupa Hutan Dengan Tujuan Khusus.
Acara sukses.

Pukul 11 di Kamis, 29 Januari kami berkunjung ke DPP Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat. Di sana telah menunggu pakar sastra lisan Prof Dr H Chairil Effendy, MS dan jajaran. Berdiskusi soal keseimbangan alam pikiran, budaya dan keimanan. Tentu juga ekonomi hijau yang berkah dan berkeadilan.
Diskusi di Balai Kerja selama 2 jam menyimpulkan perlunya trust. Kepercayaan publik pada pelaksana negara. Pelaksana swasta. Termasuk antarmasyarakat itu sendiri.
Jika trust dimiliki oleh individu atau lembaga, maka menjadi tumpuan dan harapan, kesuksesan masa depan. Tidak hanya di dunia, tapi juga kehidupan abadi setelahnya.
Di sini Yunda Dwi Hadiningdyah yang kerap disapa sebagai Duta Wakaf Indonesia (Dwi) memuji enaknya kopi MABM. Juga aneka kue kue tradisional yang dihidangkan. “Ini kopi buatan Titin. Kopi Kampong racikan Pontianak. Memang enak,” susul Prof Chairil merayakan senyum.
Ada agenda serius di MABM. Bagaimana bisa wakaf produktif tumbuh. Juga menerima wakaf Pemprov seperti Mujahidin di masa Usman Jafar. Termasuk menyelesaikan gedung mangkrak Pemda dengan jalur CWLS dimana Yunda menyalurkan sampai 3k triliun! Mesti dimanfaatkan secara proporsional dan profesional.
*
Maksi? Oh iya kita lupa makan siang.
Yunda ingin yang segar segar. Bukan makan berat. Jatuhkan pilihan pada bakso Tyga Sapi. Lahap semua. Kenyal dan terasa dagingnya. Sebab daging tiga ekor sapi loh hehehe. Apa tak ngaldu? Ngesop iga lagi…
Lagi lagi kuliner khas Pontianak dapat pujian.
Kami kemudian meluncur ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di Kubu Raya. Tak jauh. Sepelemparan batu saja dari Transmart Chairul Tanjung si Anak Singkong yang menjadi milionaire Indonesia.
Di sana kami disambut Drs H Nilwani, M.Si dan majelis pemberdayaan wakaf.
Berkisah tentang ZISWAF Produktif seantero Muhammadiyah yang rapi jali. Lanjut ke Munzalan Tower. Dimulai dengan Ashar berjamaah hingga Maghrib dengan bacaan Al Mulk-nya, sampai Isya berjamaah dengan makan malam Nasi Goreng Abu Special-nya. Hingga pukul 21.00. “Di Munzalan menjadi salah satu perjalanan hidup terindah bagi saya,” puji Yunda Dwi Hadiningdyah di hadapan KH Lukmanul Hakim yang bela-belain kembali dari Pidie-Aceh untuk menyambut tamu khusus Direktur Finansial Sosial Syariah KNEKS RI ini.
Kisah Yunda Dwi Hadiningdyah di Munzalan Tower sejak Ashar sampai Isya lebih kurang 6 jam dapat disimak di Nuriskandarchannel YouTube sebanyak 5 episode. Silahkan klik. Insya Allah dapat spirit dan proud-nya. Alfatihah.

Pagi Jumat full schedule Seminar Nasional Green Waqf bersama Fakuktas Kehutanan Universitas Tanjungpura. 150 partner hadir. Acara sukses menggali potensi wakaf di hutan agar lestari. Tampil ulama Selangor buat doa. Prof Dr KH Wajidi Sayadi mengupas fiqih wakaf manfaat dalam hutan. Hadir Prof Dr H Eddy Suratman mengupas tupoksi KDEKS. Juga hadir Imanul Huda yang sukses mengawal carbon trade. Hadir Prof Dr H Gusti Hardiansyah sebagai Ketua ICMI sekaligus moderator. Hadir Dr Farah Diba selaku Dekan Fahutan mewakili Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr H Garuda Wiko yang sedang sibuk melayani tamu Jerman untuk akreditasi internasional. Hadir pula Dr KH Tatang Astarudin dari BWI Pusat.
Hari Jumat diisi dengan Jumatan di Mesjid Kampus Almuhtadin dan maksi di Putri Raya. Lezatos dengan bumbu Padang racikan Bumi Khatulistiwa serta tebu jeruk dan serai. Top markotop. Tap mantaps.
Kepala berisi ilmu. Hati berisi iman dan gagasan. Perut berisi makanan uenak tenan…
*
Sebelum pulang, ada pertemuan di BAZNAS. Ia sepasang sayap dengan BWI. Disepakati kolaborasi aksi yang realiti. Seperti pelayanan kesehatan gratis. Turunan SDG’s.
Menjelang Maghrib sempat ke PSP. Belanja kain motif khas Equator Land Area. “Untuk oleh oleh teman teman kantor. Mereka suka motifnya.” Demikian Yunda merogoh saku sendiri. Gak mau dibayari.
Maghriban di Gulden Tulip, mandi, kemas, lanjut Ngasiang kopi khas pemilik toke tanpa baju kalau melayani pembeli. Hanya kini sudah tua. Apalagi kami ngopi di Cafe Baru Ayani. Sudah berbaju geulis semua. “Mangga’ dileuet…” Silahkan minum….
Dan pagi hari kami diantar menggunakan Alphard No-1 Munzalan Mubarakan. Warna putih. Dilayani KH Lukmanul Hakim melalui Santri Bandara Indonesia (SBI). Foto bersama di depan Roti Bahagia. Gerai usaha produktif Munzalan Mubarakan yang total amal usaha mencapai 109 Miliar seluruh Indonesia bersama BMI di seluruh Indonesia. Ada lebih kurang 500 mesjid. 6000 ponpes tersentuh gebrakan ZISWAF Produktif Munzalan Mubarakan yang dilecut via Gerakan Infak Beras dan Pasukan Amal Sholeh (Paskas).
Masya Allah watabarakallah wanikmatillah. Sukses besar Green Waqf. Tak hanya di meja seminar nan akademiks. Tapi nyata di depan mata bersama aksi the real detil Mesjid Kapal Serdam Munzalan.
Kami merasakan possitive vibesnya. Wasilah wakaf. Wasilah mesjid. Wasilah sepasang sayap sosial syariah bernama Ziswaf. Ternyata bisa kasih pelayanan bersih kepada ummat No-1 kelas 1. The first class.. *
