teraju.id, Pontianak – In this economy, pasar rumah di Kota Pontianak menunjukkan pergerakan yang cukup menarik. Harga penawaran meningkat, sementara jumlah rumah yang tersedia untuk dijual justru menyusut tajam. Di tengah kondisi tersebut, Pontianak Selatan muncul sebagai kawasan yang paling banyak menarik perhatian pencari rumah.
Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan, tingginya enquiry di Pontianak Selatan menunjukkan kawasan tersebut menjadi salah satu area yang diperhatikan pencari rumah. “Minat pencarian rumah di Pontianak tidak hanya mengikuti besarnya pasokan. Konsentrasi enquiry di Pontianak Selatan menjadi salah satu indikator area yang diperhatikan pencari rumah,” ujarnya.
Data internal Rumah123 mencatat median harga penawaran rumah tapak di Kota Pontianak pada Juli 2026 mencapai Rp1,25 miliar. Angka tersebut naik 4,2 persen dibandingkan Juli 2025 yang berada di level Rp1,2 miliar.
Kenaikan harga terjadi ketika jumlah pasokan justru turun signifikan. Pada Juli 2026 hanya terdapat 646 unit rumah tapak yang ditawarkan di Kota Pontianak. Jumlah ini merosot 37,2 persen dibandingkan Juli tahun lalu yang mencapai 1.029 unit.
Penurunan pasokan juga terjadi dalam hitungan bulanan. Dibandingkan Juni 2026, ketika terdapat 707 unit rumah tapak yang ditawarkan, jumlah listing pada Juli turun 8,6 persen. Artinya, dalam waktu satu bulan saja terdapat penyusutan 61 unit dalam pasokan yang tercatat di platform Rumah123.
Di antara enam kecamatan di Kota Pontianak, Pontianak Selatan menjadi wilayah dengan pasokan terbesar, yakni 209 unit pada Juli 2026. Namun, jumlah tersebut tetap lebih rendah 34,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Yang lebih menarik, Pontianak Selatan bukan hanya unggul dari sisi jumlah listing. Kecamatan ini juga menjadi kawasan dengan minat pencarian tertinggi, menyumbang 40 persen dari seluruh enquiry rumah tapak dijual di Kota Pontianak pada Juli 2026.
Posisi berikutnya ditempati Pontianak Kota dengan proporsi enquiry 24,8 persen dan Pontianak Barat sebesar 14,3 persen. Konsentrasi pencarian tersebut memberikan gambaran bahwa perhatian calon pembeli tidak tersebar merata di seluruh wilayah kota.
Namun, tren harga di Pontianak Selatan tidak sepenuhnya seragam. Pada rumah dengan luas bangunan di atas 250 meter persegi, median harga penawaran justru turun 6 persen secara tahunan, dari Rp4,2 miliar menjadi Rp3,95 miliar. Data tersebut berasal dari 68 listing pada Juli 2026.
Data Rumah123 tersebut bersumber dari aktivitas listing dan pencarian di platform mereka sehingga menjadi salah satu perspektif untuk membaca dinamika pasar rumah tapak di Pontianak. Dengan pasokan yang menurun, harga median yang meningkat, serta konsentrasi minat di kawasan tertentu, perkembangan pasar properti Pontianak dalam beberapa bulan ke depan menarik untuk dicermati. (/r)
