teraju.id, Pontianak – Ada asap ada api. Begitupula ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Bumi Borneo Barat sedang berasap. Berarti ada api. Ada bara. Membara.

Ekosistem itu dihimpun Kyai Makruf (Wapres) dalam Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan di setiap provinsi berpayung SK Gubernur bernama KDEKS. KNEKS lahir 2020 dan KDEKS Kalbar dilantik Ramadhan 2023. Kini berasap. Kini setelah jalan tiga tahun ia membara.

Kok bisa terjadi 100k turun ke jalan untuk pawai obor sambut Ramadhan? Kok bisa pembukaan National Halal Fair Kalimantan Barat massif? Nyentrik. Nyeni. Mbudaya. Riang gembira dalam esensi mengemuka?

Jawabnya ada instrumen negara yang merangkul Islam kaffah (integral konprehensive) dengan pemberlakuan syariah (sistem hukum) pada hulu hingga hilir. Misalnya makanan. Dimulai dari daging. Dipotong di RPH halal. Juru sembelih halal. Distribusi dan pengolahan halal. Ini saja menyangkut mata rantai besar. Inilah yang diistilahkan dengan Halal Value Chain. Inilah pula yang didampingi untuk sertifikasi produk halal. Baru 1 jenis, yakni daging. Dan baru soal makanan sudah menyerap banyak lapangan kerja lagi adil dan berkah yang menjadi PR bagi setiap pemimpin pengelola negara. Apalagi ribuan jenis dan level yang kompleks seperti keuangan syariah, saham, asuransi, kesehatan, properti. Banyak sekali. Melali jali.

MoU Riset KNEKS UMP.1

Begitulah Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) turun gunung melakukan kerjasama riset. Penelitian. Bagaimana Eksyar dibina dan bukannya dibinasakan. Riset prinsipil bagaimana massa kenal kebaikan syariah, apa hambatan-hambatannya di berbagai sektor termasuk pariwisata …

Apakah pariwisata halal dikehendaki? Apakah bertentangan dengan adat dan budaya?

11 Februari UMP MoU dengan KNEKS di Jakarta. Ditindaklanjuti Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan MoA pada 19 Februari. Beracara di learning centre lantai 3 UMP. Hadir Rektor dan Dekanat. Hadir pula Majelis Pemberdayaan Wakaf PWM maupun Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat.

Hasil riset ini akan menjadi referensi KDEKS dengan ekosistemnya dalam menjalankan RPJMD Kalimantan Barat 2024-2029 yang kini sudah dibreakdown ke dalam Rencana Aksi Daerah (RAD).

RPJMD bersesuaian dengan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai blueprint kemana eksyar akan menuju. Yakni Indonesia keluar dari 10 besar menjadi negara no-1 ekspor halal dunia. Sementara kini jawara ekspor produk halal justru China, India, Brazil, Muangthai alias Thailand.

Indonesia negara mayoritas muslim mengalahkan Saudi Arabia. Sudah semestinya ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Nusantara berjaya.

Riset sebagaimana UMP jadi elan vital intelektualitasnya. Bagaimana menurut Anda? *

Jika ada pertanyaan tentang KDEKS Kalbar silahkan ajukan ke PIC National Halal Fair Kalimantan Barat 2026. WA 08125710225. Email [email protected]
Sekretariat KDEKS Kalbar di Biro Ekonomi Pemprov Kalbar Jl Ahmad Yani Pontianak