Ya Allah
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un
Qadarullah atas kehendak Allah semata, dengan Kasih-SayangNya pula Sang Inspirator Dakwah Masjid ini telah berpulang ke-Rahmatullah, tepat subuh hari Senin 2 Rajab 1447 H yg bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember 2026
Tok Ya merasa sangat kehilangan sebab dari sosok beliaulah gema Kemandirian dan Kemakmuran Masjid seakan melekat menjadi magnet Dakwah Masajidallah hingga kini
Pertama saat jumpa beliau diawal tahun 2006 di Banda Aceh saat dikenalkan oleh Bapak Ir.H.Azwar Anas yg ketika itu sebagai Menko Kesra RI bahwasanya telah hadir di Indonesia sebagai Masjid Percontohan Nasional, yakni Masjid Jogokariyan
Jadi moment Munas BKPRMI saat itu menjadi saksi Tok Ya segera mengejar Ustadz Jazir ke Podium seraya monyodorkan nametag utk beliau tuliskan no kontak dan Alhamdulillah dengan rendah hati beliau menuliskannya sendiri, insyaAllah segera kami berkunjung ke Jogja Ustadz,” janji Tok Ya seketika itu
Akhirnya memang benar, atas izin Allah tidak lama setelah pulang ke Pontianak masih di awal tahun 2006 kami melakukan studi banding ke Masjid Jogokariyan dan bertemu langsung Ustadz Muhammad Jazir ASP
Kami dari dua Masjid di Pontianak, Masjid Raya Mujahidin ikut serta Pak Dr.Ir.Wasi’an Syaifuddin, Pak Haji Abu Nashor Anwar, bang Achmad Fathony dan Joni Abu. Kemudian dari Masjid Ikhwanul Mukminin ada bang Haji Yan Abdurrahman HM dan Tan Shah Khumainy Salim
Dari hasil kunjungan ke Masjid Jogokariyan memang dengan mata kepala sendiri kami melihat shalat subuhnya memang seperti shalat Jumat tidak kurang dari 300 orang jumlah jamaahnya dan kami disiapkan kamar khusus di lantai 3 Masjid Jogokariyan dan disiapkan sarapan pagi “Nasi Kuching” yg saat itu masih seharga 1000 rupiah
Namun efek positifnya benar-benar menggema di Pontianak wabil khusus di Masjid Ikhwanul Mukminin yg kami posisikan sebagai Masjid Terbuka 24 Jam, membagun kekuatan subuh, peta dakwah dan program Masjid Makmur dan Mandiri
Demikian pula di Masjid Raya Mujahidin kami buat Tabung Infak Harian Jamaah Masjid Raya Mujahidin dalam rangka mendukung program Masjid Makmur dan Mandiri dengan program unggulan “Dakwah Islamiyah & Sosial Keummatan”
Kemudian dari proses ini selama 4 tahun sampailah Allah taqdirkan berdiri cikal bakal Masjid Kapal Munzalan di Ampera dan di Serdam 2 di tahun 2010 dan mulai lebih aktif di tahun 2012 dengan kehadiran Tok Haji Ustadz Luqmanulhakim Ayahman Pontianak
Justru dari info Tok Haji inilah tadi pagi Tok Ya kaget atas telah berpulangnya ke Rahmatullah Ustadz Inspirator Dakwah Masajidallah Kiyai Jazir ASP
Pertemuan terakhir Tok Ya bersama Ustadz Rizki Aris Sirajuddin saat melaksanakan Shalat subuh berjamaah di tanggal 4 Juli 2025 yang lalu bercengkrama cukup lama bersama Ustadz Jazir
Bahkan sebulan sebelumnya tanggal 1 Juni atas kemurahan hati Ustadz Ki Isnadi Kusnadi Ikhwani Tok Ya didaulat bisa tampil bersama Sang Maestro Masjid Indonesia Ustadz Jazir ASP dimoment Sharing Kemasjidan di Masjid At Thohir, padahal Tok Ya hadir semata-mata ingin belajar dan berjumpa Sang Gurunda
Bahkan oleh Panitia bang Ferdi dijawalkan lagi utk bisa hadir bersama di Masjid Nur Setiasih Bekasi bulan yg lalu, namun Allah berkehendak lain, Ustadz Jazir jatuh sakit dan dirawat di PKU Muhammadiyah, acara pun ditunda sampai akhirnya Sang Inspirator Dakwah Kemasjidan ini Wafat insyaAllah husnul khatimah
Kita doakan semoga Allah terima semua amal ibadahnya diampuni semua khilaf dosa dan kesalahannya dilapangkan kuburannya serta dimasukkan ke dalam nikmat surgaNya dengan penuh berkah maghfirah serta ridha Allah Rabbul’alamin…Alfaatihah (Penulis: Tokya HM Noer Hasan, SE)
