Bagian inilah merupakan program kerjanya selaku Ketua DMI Kota Pontianak. Apalagi wilayah Kota Pontianak yang tak begitu luas, program kerja DMI bisa berjalan maksimal. Pontianak memiliki 340 masjid. Antara masjid yang satu dengan lainnya bisa saling bersinergi dan bersama-sama menjadikan fungsi masjid untuk kebaikan. “Kalau masjid sudah bersinergi otamatis mudah untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat”, Pungkasnya.

Ketua DMI Provinsi Kalbar Drs. H. Ria Norsan mengingatkan kepada para pengurus DMI Kota Pontianak yang baru dilantik untuk tidak hanya mengutamakan keindahan dan kemegahan masjid. “Tetapi bagaimana masjid tersebut dipenuhi jamaahnya, apabila masjid bagus dan ramai, barulah masjid itu dikatakan Makmur”. Ujarnya saat pelantikan.
Drs. H. Ria Norsan, juga berpesan agar jajaran pengurus DMI Pontianak terus berinovasi dalam memberikan program manajemen masjid yang baik. Seperti masjid yang pernah dikunjunginya di Yogyakarta, Masjid Jogokariyan selalu berusaha menerapkan manajemen masjid zaman Rasulullah dengan aplikasi di zaman modern dan lebih inovatif, sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Dia menilai keberadaan masjid tersebut telah mampu memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat. “Masyarakat kurang mampu bisa terayomi sebab dana masjid dari masyarakat dikembalikan untuk masyarakat setempat”.
“Barangsiapa yang mencintai masjid, maka Allah mencintainya,” [HR. Thabrani].
