Dua personel terakhir menggantikan posisi Delsy Ramadhan dan Nono Sutomo, yang telah bergabung resmi dengan Arwana selama satu dekade lebih. Pergantian personel menunjukkan dinamika bermusik Arwana untuk tetap menjaga asa agar tidak bubar jalan. Semangat menjaga asa bisa jadi dipengaruhi oleh salah satu lagu Arwana sendiri yang memang berjudul Asa, “Biarlah kini kumencoba, hadirkan dirimu di sisiku”. Tetap terus menghadirkan komitmen asasi Arwana demi sebuah grup musik sekaligus menjadi narasi dari narasi besar peradaban Kalbar.
The show must go on, tentu didahului oleh penerapan protokol kesehatan pihak panitia kepada para penonton. Sebelum masuk balairung Rumah Adat Melayu, para penonton dicek suhu tubuh dengan pengukur suhu thermo gun dan dibekali masker serta disemprot tangannya dengan cairan disinfektan. Maklum masih berbarengan dengan masa pandemik yang harus menerapkan kenormalan baru (new normal). Disediakan kursi yang ditata berjarak untuk para penonton sesuai dengan era kenormalan baru.
Setelah seremonial berupa sambutan Nur Iskandar, ketua panitia dan Anshari Dimyati, ketua Yayasan Sultan Hamid II, perhelatan konser segera digelar dengan pemandu acara (host) komika Kamil Onte yang kerap memandu acara di Kalbar. Satu per satu personel Arwana memenuhi panggung balairung Rumah Adat Melayu dengan posisi masing-masing. Hendri Lamiri setia dengan gesekan biola, Yan Machmud dengan ritem gitar klasik, Wansyah Fadli dengan lead guitar, Tambi pembetot gitar bass, Tony keyboardist. Sementara itu, Yudie Chaniago penggebuk drum, yang kadang memainkan ritem gitar dan juga memerankan jubir di atas panggung sekaligus sebagai leader Arwana.
