Alumni HMI yang menjabat selaku Walikota Pontianak, dr H Buchary Abdurrachman sohib dari pahlawan nasional Arif Rachman Hakim yang tewas dalam Peristiwa Malari, 1974, menyebutkan bahwa sertifikat wakaf yang terbit tanggal ‘berkode BPN’ 08-06 04/07-2006 No KK1408/5/BA.03.2/248/2006 adalah sertifikat wakaf pertama yang terbit di Kalbar senyampang lahirnya UU Wakaf No 41 Tahun 2004. HMI menjadi pelopor penertiban aset wakaf via sertifikat wakaf dan ikrar wakaf sehingga menjadi contoh pengelolaan aset wakaf secara produktif versi kaderisasi sebuah organisasi kepemudaan dengan hasil nan luar biasa. Banyak pemimpin dan petinggi negeri di NKRI ini menggunakan “full-skill” kepemimpinan yang digojlok dalam LK1, LK2 dan LK3 HMI. LK adalah Latihan Kepemimpinan. Adalah produk S1, S2, dan S3 versi pemimpin yang teruji dan terbukti lewat berbagai dinamika program kegiatan.
Mantan Ketua Umum HMI Cabang Pontianak Abriandi yang kini merupakan Kepala Sekolah SMK di Kota Pontianak dan pimpinan Mesjid Alhijrah Rumah Melayu-Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar mengakui bahwa ia adalah salah satu dari nazir wakaf HMI Cabang Pontianak. Selain dirinya ada nama Ketua Umum KAHMI saat itu adalah Prof Dr H ChairilEffendy, MS yang juga adalah Rektor Universitas Tanjungpura, kini menekuni MABM, pengusaha rumah makan Beringin Drs H Martias HR dan pengurus HMI Cabang meliputi tiga nama: Ridwansyah, Herman dan Wahyu Hidayat.

