Nazir pun bergerak cepat. Kantor HMI Cabang yang sudah lusuh dipugar dengan konsep mesjid terpadu. Mesjid yang dibangun dengan “Bala-Seribu”. Bala bantuan dari ribuan kader HMI maupun Korp Alumni HMI. Sehingga kini sudah tercatat 224 kali ibadah sholat Jumat. Atau sudah lebih dari 4.5 tahun. Mesjid Annur berdiri dengan megah berasitektur khas Insan Cita bersemboyan “yakin usaha sampai” sehingga disingkat dengan sebuah kata berbau-bau Jepang–Yakusa–Yakin Usaha Sampai.

Hingga tahun 2020 ini HMI Cabang Pontianak adalah satu-satunya organisasi kepemudaan dengan aset miliaran rupiah dimana mesjid–tempat termulia di muka bumi karena hanya orang beriman dan bertakwa yang memakmurkannya bernawaitu lillahi ta’ala–hanya berorientasi mencari ridho Allah SWT–berada di atasnya. Sebuah laboratorium wakaf produktif dengan legalitas sertifikat tanah wakaf pertama di Kota Pontianak sesuai UU Wakaf, sekaligus pertama juga bagi aset wakaf se-Kalimantan Barat.

Bagi pembaca yang tahu ada tanah wakaf, dan bingung bagaimana mengurusnya menjadi sertifikat wakaf sesuai UU Wakaf, bisa berguru ke Insan Cita HMI. Juga bagi pembaca yang ingin tahu bagaimana mengelaborasi oraganisasi kader dengan mesjid, bisa bertandang ke Mesjid Annur yang merupakan “cahaya” merebut dan mempertahankan kemerdekaan, seperti spirit khittahnya di 1947 bersama Pahlawan Nasional Lafran Pane. Sila datang ke Annur: Yakusa! (Penulis adalah pegiat Literasi Wakaf – Wakaf Literasi. Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalimantan Barat Bidang Wakaf produktif. CP-WA 08125710225).