Pada akhirnya sampai pula saya di sini. Di tempat duduk ini. Di depan layar hitam dengan berbagai ornamen simbolik kaya makna ini.

Sampai di sini di hari nan istimewa, di mana dari Sabang hingga ke Merauke–dari Mianggas hingga ke Pulau Rote rakyat Indonesia memperingati, merayakan dan memaknai hari tonggak penting bersejarah: Soempah Pemoeda. Peristiwa 28 Oktober 1928.

Saya sampai di sini disambut siswa Tetra aktivis pers dalam payung ekstrakurikuler bernama JurSastra. JurSastra akronim dari Jurnalis Siswa Tetra atau Jurnalis Saluran Aspirasi Siswa Tetra. Tetra artinya empat. 4! Oleh karenanya SMAN 4 terkenal dengan besutan SMAN Tetra.

Saat itu pukul 16.00. Sekolah masih ramai dengan berbagai aktivitas ekstrakurikuler. Ada yang berlatih basket di lapangan dan ada juga baca puisi. Di sini gudangnya prestasi. Salah satu SMA bonafid Bumi Khatulistiwa bekas kebun ubi yang berhektar-hektar luasnya wilayah Jl Dr Wahidin Sudirohusodo.

Beberapa “anak cerpen” mengantarkan saya ke studio revolusioner SMAN Kota Pontianak. Setahu saya, inilah satu satunya studio podcast yang lahir dari pers sekolah karena bertumbuh sejak satu dasawarsa silam. 2012 bersama Pusdiklat TOP Indonesia.

Saya enggan duduk. Saya tertegun sejenak. Memandang penuh kagum berbagai artefak sejarah yang terpahat dengan tinta emas di Wall of Fame, sampai maestro penggerak siswa Tetra yang akrab disapa “Mama” oleh siswa, Ibu Ai Marhayanti berkali-kali menyikahkan, “Ayo duduklah…”

Saya enggan duduk sebab tempat ini lahir dengan penuh hormat dan takzim pihak Tetra di bawah amanah Plt Ibu Neneng. Beliau mendukung reformasi kelas menjadi studio dengan full AC. Juga kerjasama X-Pro.
Sudah lahir siar podcast terkenal di sini. Dan saya numpang duduk di alas sejarah satu dasawarsa dengan 700-an prestasi JurSastra selama 12 tahun. Bukan statistik basa basi. Ini prestasi ajaib. Bahkan di studio ini terdengar mereka akan diundang CNN dan CNBC di Jakarta. An inspiration school.

Pada sisi lain siswa sedang berlatih untuk final sebuah lomba di Universitas Gadjah Mada. Ada pula siswa internasional hosting di sini berasal dari Italia buah kerjasama Bina Antarbudaya. AFS Internasional.

Saya bangga duduk di sini. Elan vital pers sekolah dari Bumi Khatulistiwa untuk dunia jurnalisme yang saya geluti. Saya yakin haqqul yaqin dari sini akan lahir sastrawan, budayawan, bangsawan besar sebagai anak zaman seperti dimaksudkan oleh ruh atau spirit Soempah Pemoeda. Bahwa kita berbangsa satoe, tanah air satoe dan bahasa satoe: Dwi Warna. Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.

Dan benar beberapa alumni telah menjadi dosen komunikasi dengan gelar akademik master. Ada pula hafidz 30 juz Alquran. Selamat berkarya Bu Ai dan team serta seluruh civitas sekolah. Anda semua rrrruar biasahh. Cermin atau refleksi hari pemuda 28 Oktober 1928-2025 benar benar ada di sini. *