“Produk inovatif ini sudah terdaftar di laboratorium kesehatan, dan sudah punya hak paten,” aku Ayu. Kesemuanya itu melalui proses yang sangat panjang. Di mana Ayu harus menyisihkan waktu sebagai pamong kecamatan, bekerja sebagai PNS maupun membina rumah-tangganya. Super sibuk dan tentu saja lelah.

Etalase produk KUB Bageri. Produk paling diminati adalah kopi jahe merah dan kopi lada hitam.
Etalase produk KUB Bageri. Produk paling diminati adalah kopi jahe merah dan kopi lada hitam.

Terbukti kini kedua produk tersebut menjadi souvenir wisata perbatasan yang sangat diburu wisatawan mancanegara maupun domestik. Melalui dua produk unggulan ini harga lada yang anjlok sedikit terselamatkan.
“Sayangnya kapasitas kami masih terbatas. Kalau kapasitas besar, tentu lebih banyak lada hitam maupun jahe merah petani yang bisa kita selamatkan perekonomiannya,” kata Ayu.

Harga 1/4 kg kopi bubuk dalam kemasan berkisar Rp 40.000-60.000. Angka tersebut menunjukkan peningkatan nilai yang lumayan dari komoditas pertanian setempat. “Apalagi kalau kopi dapat kita penuhi secara lokal, akan semakin bagus lagi, karena terus terang saja kopi kita didatangkan dari Kota Pontianak,” aku Ayu.

Dengan hamparan lahan perbatasan Kalbar hampir mencapai 1000 km, potensi ekonominya luar biasa. Dibutuhkan pejuang-pejuang perbatasan yang tanpa kenal lelah seperti sosok Ayu yang inovatif, tak terkecuali pembinaan UMKM seperti yang dilakukan BUMN termasuk Badan Nasional Pembangunan Perbatasan. Sebab, jangan sampai pembangunan fisik megah telah dirasakan, namun dampak ekonominya belum mensejahterakan. *