Perkembangan arus globalisasi membuat ikan belanak maupun aneka hidangan laut di desa ini semakin sulit di temukan. Sebab, sebagian dari hewan laut ini sudah diborong ke Pontianak dengan jumlah yang besar. Sekarang langkah selanjutnya adalah mari kita lestarikan ekosistem sungai di sekitar kita.
Selain karena pencurian liar, masalah krusial yang dihadapi oleh Arus Sungai di Desa ini adalah Pencemaran Air. Pada dasarnya sungai sudah menjadi bagian penting dari kehidupan manusia. Bahkan sudah menjadi bagian dari peradaban manusia pada zaman dahulu, dimulai dari daerah yang berada dekat dengan aliran sungai.
Sejak zaman dahulu air sungai banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk mencuci, mandi atau pun sebagai sanitasi. Di dalam sungai juga terdapat bermacam- macam ikan yang bisa dikonsumsi dan dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan manusia.
Akan tetapi beberapa tahun belakangan ini air sungai sudah tak jernih lagi. Tak hanya keruh dan berwarna coklat bahkan hitam, air sungai juga kerap kali berbau tak sedap. Berubahnya warna dan bau air sungai karena masuknya polutan atau zat- zat kimia itulah yang disebut dengan pencemaran air sungai. Tak sedikit limbah industri yang dibuang di sungai. Masyarakat yang tak memiliki kesadaran menjaga kelestarian lingkungan juga sering membuang sampah di sungai. Bahkan saat ini Sungai sudah menjadi sebagai bagian dari proses tempat sampah raksasa
