Kelahiran 1952 di Pontianak, yang menjadikan semua orang sebagai saudaranya, suami, papa dan kakek dalam keluarganya itu bukanlah nama asing di tengah kegawatdaruratan dan bencana kebakaran.
Sosok Alfa Tenggo adalah sosok figur yang berani ambil resiko mempertaruhkan nyawa sendiri untuk menyelamatkan banyak nyawa lainnya dari amukan si jago merah.
Dan Alfa Tenggo yang usianya kini lewat dari setengah abad, handal memberi solusi, sigap dengan petunjuk teknisnya dalam penanggulangan musibah kebakaran.
Sosok yang familiar dengan semua orang ini, sangat mustahil tak dikenal kalangan luas di Kota Pontianak. Namanya bahkan populer hingga tingkat nasional sampai juga mancanegara, untuk menempelkan predikat “pakar pemadam kebakaran”.
Memang nama Alfa Tenggo sangat dikenal dan tak asing sekali di jagat pemadam kebakaran Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, namun nama itu bukanlah nama asli si empunya panggilan udara, aebutan khas on air frekwensi.
Adalah Ateng Tanjaya, sang pemilik sah semua julukan tadi.
Ateng Tanjaya adalah Alfa Tenggo adalah Pakar Pemadam Kebakaran adalah tokoh sosial kemasyarakat adalah penjunjung tinggi kepluralisa adalah penghayat dan pengejawantah Pancasila dalam hidup dan kehidupannya.
Ateng, pencinta tanaman hias, penyuka ternak burung dan ayam, pengoleksi batu yang bernilai tinggi ini, putera asli Indonesia kelahiran Pontianak 62 tahun lampau.
Keluarganya pun sangat mendukung dan mengapresiasi sumbangsih Ateng Tanjaya untuk kemaslahatan orang banyak ini. Tak khayal, sang adik pun seorang yang sudah sukses di dunia profesinya, sangat menunjang kepiawaian dan kedermawanan sosok bersahaja satu ini.
Alfa Tenggo alias Ateng Tanjaya bukan cuma praktisi pemadam kebakaran, tapi juga dermawan dan pekerja kepentingan masyarakat.
