Apa yang dapat dilakukan? Karena deradikalisasi menjadi program pemerintahan Presiden Joko Widodo, maka para menteri yang diserahi mewujudkan program itu mesti mengubah semua anggota masyarakat cara berpikir yang hanya mengakui kebenaran tunggal (konvergen) menjadi cara berpikir yang mengakui kebenaran jamak (divergen).

Cara berpikir yang mengakui kebenaran jamak (divergen) beranggapan bahwa selain kebenaran yang dipegangnya ada banyak kebenaran lain yang dipegang oleh orang lain. Cara berpikir semacam ini disebut cara berpikir divergen. Cara berpikir divergen dikembangkan oleh pengikut mashab konstruktivisme.

Dalam mashab konstruktivisme, diterima anggapan bahwa setiap orang memiliki pemikiran/pandangan sendiri sesuai dengan pengalamannya ketika berinteraksi dengan yang lain. Pemikiran/pendangan yang secara bersama dianggap betul adalah pemikiran/pandangan yang: paling lengkap, paling masuk akal dan/atau paling banyak manfaatnya. Pemikiran/pandangan yang memenuhi sifat-sifat ini yang akan diterima oleh banyak orang.

Salah satu cara membudayakan berpikir divergen adalah menempatkan setiap orang setara dan karena itu bisa duduk bersama dalam satu meja untuk saling berargumentasi. Pada ‘meja’ itu, masing-masing menyajikan pemikiran/pandangannya selengkap mungkin dengan logika yang sahih. Selain itu, mereka juga harus menunjukkan manfaat dari pemikiran/pandangannya seluas mungkin. Hanya pemikiran/pandangan yang paling lengkap, paling masuk akal dan paling banyak manfaatnya dipilih sebagai ‘kebenaran bersama’.

Pembudayaan berpikir konvergen tidak perlu menunggu hingga seseorang dewasa. Kegiatan ini mesti dimulai sedini mungkin. Bisa dimulai dari rumah ketika masih usia balita.