Community

Secuil Kisah Bung Alianyang dari Marsijan Daris

Secuil Kisah Bung Alianyang dari Marsijan Daris

Oleh : Khatijah

Marsijan Daris, lahir pada tahun 1920 bersekolah di Desa Nunok Sekolah Rakyat pernah merasakan dilatih oleh Bung Alianyang dalam gerak jalan “Baris-baris”. Tak banyak yang bisa diingat beliau tentang kenangannya bersama Bung Alianyang karena faktor usia yang sudah menunjukkan 97 tahun,

“3 kali sebulan naknye be rasenye nong kamek latihan” ujarnya ketika kutanya berapa kali beliau latihan. Beliau hanya mengingat mereka latihan di sawah tepatnya di Desa Semperiuk A secara sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan oleh “Kaki Belanda” atau mata-mata yang katanya ada mereka mata-mata Belanda adalah di daerah Sarilaba, desa yang bersebelahan dengan Desa Semperiuk A.

Selain latihan gerak jalan mereka juga membuat bambu runcing untuk dijadikan senjata melawan musuh. Tak banyak yang bisa kugali lagi karena memang beliau tak bisa mengingatnya, beliau banyak bercerita tentang sekolah rakyat pada zaman dahulu katanya mereka juga mengunakan seragam putih, hukuman yang diberikan guru juga wajar seperti berlari di lapangan dan berdiri di depan kelas. “Aki daan suah kanak ukum Deng,” ujar Pak Daris yang lebih akrab dipanggil Teh Sijan oleh masyarakat setempat, ketika kutanya pernahkan beliau dihukum oleh guru.