in

Ratusan Komentar di Laman FB Prof Anhar Gonggong Tak Dijawab

WhatsApp Image 2020 06 26 at 07.41.49
Cover FB Prof Dr Anhar Gonggong.

teraju.id, Pontianak – Setelah menjadi trending topik nasional pasca Agama Akal-TV mengunduh pernyataan Mantan Kepala BIN Prof Dr Hendropriyono (YouTube, 11/6/20) disusul laporan dari Kesultanan Qadriyah atas komentar “pengkhianat negara” ke Mapolda (12/6/20) serta konferensi pers Yayasan Sultan Hamid (13/6/20) serta Webinar Terbuka mengenai Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan Negara, Prof Dr Anhar Gonggong (Wakil Ketua Dewan Gelar) menjawab dalam webinar Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) apa pendapatnya soal Sultan Hamid. Unggahan FB Prof Anhar Gonggong itu hingga, Jumat (26/6/20) mendapatkan 380 komentar dan 442 kali dibagikan.

Dalam laman FB itu komentar bernada pujian kepada Prof Anhar Gonggong langsung dijawab, sedangkan yang bernada “kritis” di mana mereka merujuk data, fakta serta analisanya tidak dijawab. Ada satu dua yang dijawab dengan pahit, seperti, “Anda terlalu subjektif kepada Hamid.”

Laman FB Prof Anhar itu adalah: https://www.facebook.com/anhar.gonggong.9. Komentar yang tanpak di bagian muka jika dicopy sebagai berikut (Catatan: untuk membaca koemntar selengkapnya Anda disarankan mengunjungi laman FB bersangkutan) demi mendapatkan objektivitas seratus persen):

Komentar

Avicena Albiruni
Maksud Sejarawan, kalo mau jadi Pahlawan.. Harus jadi Kawan Penjajah Jepang… Jangan Penjajah Belanda….. huahahahhaha …

Avicena Albiruni
PAK GONGGONG, ANDA KAN SEJARAWAN…. COBAK BICARA & Jelaskan INI DULU SAMA ORANG AWAM… APA MAKSUDNYA…??? LOL

Catatan: Avicena memberikan peta kolonisasi di Indonesia.

Avicena Albiruni
PAK GONGGONG TIDAK MENJAWAB INI, JADI BIAR SAYA JELASKAN….
ZELFBESTUREN, Artinya Negara yg tidak di duduki oleh Belanda secara defacto….( Wilayah Berwarna Biru Tua )…. itu adalah Negara Kerajaan Kesultanan, yg punya UU, Administrasi, Hukum & Pe…
Lihat Selengkapnya

Yogie Alif Pratama

Avicena Albiruni
bayangin argumen copy paste

Cakra Barat
Ini gara2 bapak ABU JANDA ni…

Hery Susanto
Ini terlalu mendramatisir saya menonton full saya peserta webinar ini pernyataan anhar di luruskan oleh babe ridwan saidi. Pertama tokoh bangsa ada plus minusnya itu juga terjadi pada pak karno bnyak menjarain lawan politik tanpa pengadilan

Avicena Albiruni
ORANG PONTIANAK MANA… KOK DIAM… LAWAN NI ANTEK2 JEPANG….. HUAHAH MASAK KAMI DARI SUMATERA TIMUR YG BICARA…… KALO DR. TENGKU MANSJUR DI SEBUT PENGKHIANAT….. OMAK….COBA LAH.. KALO BERANI BATAVIA…. !!!! LOL

Hery Susanto
Sebelum mendramatisir pak
Anhar Gonggong II
saran saya coba berbincang2 dulu dengan sepuh yang lainya jd jgn sampe anda seperti hendak geram atau seperti mw menangis ketika berkata hamid tidak nasionalis dan guru tidak mengajarkan yg keliru seolah tida…
Lihat Selengkapnya

Al Rasyid Baihaqi
Terima kasih utk data dan faktanya Prof,,yg akan dijadikan acuan terkait dgn kebimbangan serta kebingungan bnyk pihak terkait dgn mslh ini …

Hery Susanto

Al Rasyid Baihaqi
anda peserta webinar ini kah klu iya anda pasti dengar juga penjelasan babe ridwan saidi

Al Rasyid Baihaqi

Hery Susanto
slh satu acuan ..krn msg2 pndapat punya data dan fakta ,,semua hrs diberi ruang utk di dengar .. Itu yg sy pahami”

Avicena Albiruni
Orang Pontianak kok diam aja….???. Leluhurnya di hina Gangster Batavia Para Penipu itu……….Cobak Batavia kalo berani sebut Dr. Tengku Mansjur Pengkhianat…. LOL

Aryansyah Putra Perkasa

Avicena Albiruni
kekw sakit pantat bela colabolator belanda memang anjing sampai ke akar

Akbar Alfatir

Aryansyah Putra Perkasa
sakit pantat? Sementara ada yg berdiri di sisi Jepang, dididik militer Belanda, hanya Sultan Hamid saja disalahkan? Anda saja yg cuma memandang dgn Jakarta-sentris dan lagi² Jakarta-sentris.

Abu Firda Farida
Klu dilihat debat ini, Anhar Gonggong itu kurang berjiwa besar, sbb pertanyaan² yg bersebrangan tidak ada yg dijawab ! Dia hanya menanggapi yg Pro Gonggong saja, yg Kontra tdk ditanggapi

Gigih Wiguna

#SultanHamidIIPahlawanBangsa

Avicena Albiruni
BUDAK – BUDAK SUMATERA & KALIMANTAN..!!!. AYO BERSATU MELAWAN PENJAJAH GANGSTER BATAVIA….. PEMBUNUH LELUHUR KITA & PENCURI HARTA KEKAYAAN LELUHUR KITA…. AMIN YA RABBAL ALAMIIN.,

Yusie Rizal
Avicena Albiruni hahaha…. bawa2 kalimantan lg..

Avicena Albiruni
@siapa penjajah yg d Mksud.?

Avicena Albiruni
Kata Sejarawan Mr. Gonggong, Sultan Abdul Hamid itu Pengkhianat, sama kayak si AMH pernyataannya……. Maksud Sejarawan Batavia, kalo you mau jadi Pahlawan, you harus jadi Kolaborator Penjajah Jepang, jangan bekawan sama Penjajah Belanda….. Huahahah…
Lihat Selengkapnya

Chenz Yanshenz
Makanya kita harus bersatu dukung Anis Baswedan jadi PRESIDEN RI ke 2024

Reza S Nurdiansyah
Males

Hamid Nabhan
apa sultan Hamid jadi mandor Romusha????

Arven Marta
Tolong luruskan juga soal sejarah hari kebangkitan nasional dong pak

Anhar Gonggong Full
, mayoritas taunya digagas oleh boedi utomo, padahal syarikat islam 1905/1912 lah yg dulu menggagas itu. Budi oetomo kan eksklusif hanya golongan priyai jawa saja. …
Lihat Selengkapnya
Anhar Gonggong Full

Arven Marta
Akan tayang di channel YouTube berikutnya. Simak saja.
Arven Marta

Anhar Gonggong Full
trmksh pak.

Julian Andryanto Mustafa
Untuk memahami hal ini, lepaskan dahulu kerangka republiknya. Di masa 1946, bentuk negara dan luas teritori Indonesia belum seperti sekarang. Kedaulatannya–secara de jure–pun masih diperjuangkan. Sedangkan di luar P. Jawa, saat itu masih ada kesultan…
Lihat Selengkapnya

Supratman Ery
Terlalu banyak omong ini orang yg udah bau tanah…

Reza S Nurdiansyah

Jawa
Jakarta
Opinion discarded…
Lihat Selengkapnya

Verry Firdaus Acong Matruk
Menjawab pendapat PROF ANHAR GONGGONG bahwa SULTAN HAMID II tidak ada jiwa patriotismenya:

  1. Saat Indonesia merdeka tgl 17 Agustus 1945, di Kalimantan Barat masih ada kesultanan2 yang secara syah memiliki pemerintahan, wilayah dan rakyat.…
    Lihat Selengkapnya
    Essu W Erdeidi

Verry Firdaus Acong Matruk
, menarik infonya. Menunggu tanggapan prof
Anhar Gonggong Full

Verry Firdaus Acong Matruk

Essu W Erdeidi
kaitkan lagi dengan ini bang
Daerah yang diarsir adalah status wilayah zelfbesturen/swakarsa di masa Pemerintah Hindia Belanda.…
Lihat Selengkapnya

Anhar Gonggong Full
seorang sejarawan pembenci Soeharto

Reza S Nurdiansyah
Idiiih cinta Soeharto
Iqbal Bzoel Ys

Reza S Nurdiansyah
masalah buat loe..
Fahrur Razi
dipenjara bukan karena tindak kriminal dan korupsi
lalu bagaimana atas diplomasi sultan hamid sehingga belanda akhirya mengakui kedaulatan indonesia..?
nah ya wajar sultan hamid berseberangan karena sebelum bangsa indonesia lahir negara2. kesultanan d…
Lihat Selengkapnya
Diana Van Zie

Fahrur Razi
Saya juga lahir dan besar di Kalimantan Barat bersyukur malah feodalisme runtuh jadi putra putri daerah punya kesempatan yang sama untuk pimpin daerah. Coba kalau ego kesultanan itu dipaksakan terus, mana bisa se-demokratis kaya sekarang in…
Lihat Selengkapnya
Hendi Jo

Meumutia Ima

Verry Firdaus Acong Matruk
Klip cuplikan dari :
WEBINAR (VIRTUAL MEETING)…
Lihat Selengkapnya

Suroso

Verry Firdaus Acong Matruk
ada gambar sy di Webinar itu, Terimakasih Bang kiriman cuplikan webinarnya.
Verry Firdaus Acong Matruk
Insya ALLAH ikhtiar kite bersama utk wujudkan kebenaran SEJARAH
Avicena Albiruni
KEJAHATAN BESAR
__
Lihat Selengkapnya
Avicena Albiruni
PAK GONGGONG… INI TINDAKAN PENGKHIANATAN ATAU BUKAN … ??? LOL
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3031080573612137&id=100001306722571
Iwan Adlin
Tabe, pak prof gonggong mungkin bapak bisa jawab satu persatu
Toni Irawan
Mending sultan hamid daripada kartini. Ups
Marcus Krido Waluyo
Itulah pentingnya fakta sejarah ya Pak.
Avicena Albiruni
PAK GONGGONG TIDAK MENJAWAB INI, JADI BIAR SAYA JELASKAN….
ZELFBESTUREN, Artinya Negara yg tidak di duduki oleh Belanda secara defacto….( Wilayah Berwarna Biru Tua )…. itu adalah Negara Kerajaan Kesultanan, yg punya UU, Administrasi, Hukum & Pe…
Lihat Selengkapnya
Tom

Avicena Albiruni
Saya suka dg narasi yang anda sampaikan …memang kenyataan sejarah nya seperti itu …..
Edi Sembiring Meliala

Avicena Albiruni
, anda juga harus tahu mengapa terjadi perang Sunggal selama 23 tahun ( 1872-1895). Itu karena Kesultanan Deli dan Langkat bersekutu dengan Belanda untuk mengambil kuasa atas tanah di Sunggal sekitarnya.
Perang ini berakhir dengan dib…
Lihat Selengkapnya

ID.WIKIPEDIA.ORG
G.C.E. van Daalen (1863-1930) – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas…
G.C.E. van Daalen (1863-1930) – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Avicena Albiruni
PAK GONGGONG TIDAK MENJAWAB INI, JADI BIAR SAYA JELASKAN….
ZELFBESTUREN, Artinya Negara yg tidak di duduki oleh Belanda secara defacto….( Wilayah Berwarna Biru Tua )…. itu adalah Negara Kerajaan Kesultanan, yg punya UU, Administrasi, Hukum & Pe…
Lihat Selengkapnya
Verry Firdaus Acong Matruk
Edi Sembiring Meliala
Avicena Albiruni, anda juga harus tahu mengapa terjadi perang Sunggal selama 23 tahun ( 1872-1895). Itu karena Kesultanan Deli dan Langkat bersekutu dengan Belanda untuk mengambil kuasa atas tanah di Sunggal sekitarnya.
Perang ini berakhir dengan dib…
Lihat Selengkapnya

ID.WIKIPEDIA.ORG
G.C.E. van Daalen (1863-1930) – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas…
G.C.E. van Daalen (1863-1930) – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Batur Biyan

Royadi Anwar

Essu W Erdeidi
Adakah sejarawan lain yang berpendapat berbeda dengan prof
Anhar Gonggong Full
?
Suroso
Simpulan hasil Webinar Sultan Hamid II

#SultanHamidIIPahlawanBangsa

https://teraju.id/berita/antusias-peserta-webinar-sultan-hamid-ii-pengkhianat-atau-pahlawan-13593/

TERAJU.ID
Antusias Peserta Webinar Sultan Hamid II Pengkhianat atau Pahlawan – teraju.id…
Antusias Peserta Webinar Sultan Hamid II Pengkhianat atau Pahlawan – teraju.id

Suroso
Upaya meluruskan sejarah tidak ada agenda setting politik

#SultanHamidIIPahlawanBangsa

https://teraju.id/opini/tidak-ada-agenda-setting-politic-untuk-sultan-hamid-ii-pahlawan-nasional-murni-akademis-meluruskan-sejarah-bangsa-indonesia-13508/

TERAJU.ID
Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional – Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia – teraju.id…
Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional – Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia – teraju.id

Suroso
Jalan Panjang…
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=297435818053947&id=100033625939832

Verry Firdaus Acong Matruk
Nasib benar Sultan Hamid II kebanggaan kami ini
Zaman Jepang seramai2 keluarga nya dibunuh Jepang…
Lihat Selengkapnya
Diana Van Zie

Verry Firdaus Acong Matruk
Syukur di Kalimantan Barat tidak ada feodal. Jadi putra-putri daerah Kalimantan Barat semua punya kesempatan sama untuk jadi pemimpin daerah.Miq Denta
Pak Anhar coba cari data pembanding.. kalau mau jujur dan berani berkata jujur. anda itu seorang guru sejarah Nasional, carilah data pembanding dan bandingkan dengan tokoh2 sejarah lainnya… Ayolah…..
Verry Firdaus Acong Matruk
Abdu Soleman
Ternate menyimak..!!!
Edison Malona
Lbh baik fakta sejarah diperbaiki n disaksikan oleh lembaga Hukum Nasional spy tdk ada memplintir kesaksian itu jgn seperti Era orba 32 tahun edisinya ttp tdk perubahan yg hanya rakyat pembodohan
Verry Firdaus Acong Matruk
Prof Anhar Gonggong mempertanyakan patriotisme
Sultan Hamid II, (Sultan dari Kesultanan belum menjadi wilayah Indonesia) mendapat jabatan Ajudan Istimewa dari Ratu Belanda Wilhelmina, thn 1946 di saat Belanda di wilayah Indonesia melakukan seranga…
Lihat Selengkapnya
Diana Van Zie

Verry Firdaus Acong Matruk
Sudah bagus KALBAR tanpa ada lagi feodal.
Diana Van Zie
Jadi putra-putri daerah di KALBAR punya kesempatan yang sama jadi pemimpin daerah.
Verry Firdaus Acong Matruk
Pak Prof Anhar Gonggong, kalau menilai sejarah Tokoh lakukanlah secara obyektif jgn bawa perasaan.
Masalah keluarga besar Bpk menjadi korban kekejaman Belanda.…
Lihat Selengkapnya
Pradana Indra Mulyawan
Mohon Ijin Share.
Avicena Albiruni
Kehidupan orang di Indonesia ini, gak ada secara tiba2 Alakazam….. Bermula dari 17 Agustus 1945………. apalagi ALAKAZAM…. BERMULA DARI GAJAH MADA…. PRETTTTTT !!!!!……. Makanya baek – baek lah semua membaca & belajar sejarah…… PRET GAJAH…
Lihat Selengkapnya
Avicena Albiruni
KESULTANAN PALING KAYA DI NUSANTARA
Suroso
Saya nukilkan bagian dari Buku Biografi Sultan Hamid, bagian “Peradilan Politik”…….
Vonis 10 tahun penjara terhadap Sultan Hamid II oleh hakim Mahkamah Agung yang diketuai Mr. Wirjono Prodjodikoro di Jakarta, 8 April 1953, sampai sekarang masih …
Lihat Selengkapnya
Miq Denta

Suroso
fix Sultan Hamid II tidak bersalah, dan ini hanya peristiwa politik/ kejahatan politik
Suroso
Tentang Westerling
https://www.facebook.com/831249766/posts/10158800094909767/
Verry Firdaus Acong Matruk
Sudah menjadi fakta sejarah orang2 bangsa Melayu sekarang tinggal di beberapa negara berbeda.
Peradaban Bangsa Melayu sudah terkenal cukup tinggi semenjak dahulu kala.…
Lihat Selengkapnya
Suroso
Pledoi Sultan Hamid II lengkap

#SultanHamidIIPahlawanBangsa

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=291301702000692&id=100033625939832
Verry Firdaus Acong Matruk
Udah lah ..
Tak usahlah nak kaji intrik2 politik hukum antar Tokoh saat itu ..
untuk menentukan apakah pantas Sultan Hamid II sebagai PAHLAWAN NASIONAL..…
Lihat Selengkapnya
Miq Denta
Dari uraian saudara
Suroso
saya menyimpulkan dan meyakini bahwa alm. Sultan Hamid II tidak bersalah dan hanya jadi korban politik kekuasaan. Karena perbedaan sudut pandang politik dengan penguasa.
Verry Firdaus Acong Matruk

Miq Denta
Ye bang, kalau bace konsep Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) beliau nih, luar biase cerdas.
Betul2 menginginkan memajukan SDM daerah dengan melihat keterwakilan etnik yg ada.
Apalagi setelah 1 generasi terbaik Kalbar hilang dibantai Jepang.
Misalnya dia menyiapkan dulu tentara lokal ..
ada dikenal dengan Kompi Dayak.
Nanti Tentara DIKB ini gabungan dari TNI dan Kompi Dayak ini.
Dan TNI dari jawe tuh pun diminta harus
Seijin beliau masuk ke DIKB.
Payah lah nak cerita apa yg terjadi di Pontianak Kalbar saat beliau di tangkap 1950.
Konsep.DKIB akhirnye tinggal konsep saja.
Tulis komentar… (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

WhatsApp Image 2020 06 26 at 05.50.18

Jawaban Telak seorang Guru di Pedalaman Kalbar terhadap Prof Anhar Gonggong

WhatsApp Image 2020 06 26 at 15.18.56

“Paper Towns”