in

Persembahan “Masterpiece” Yudie Arwana untuk Pahlawan Sultan Hamid II – Elang KhaTULIStiwa

sultan hamid 2 song

Oleh: Nur Iskandar

Malam Jumat–Hari Jumat–Hari Tasyrik–31 Juli 2020 jamaah haji di Padang Arafah mengenang bertemunya Nabi Adam AS-Siti Hawa sebagai sedulur umat manusia. Hari bersejarah Ibrahim-Ismail dan Hajar satu keluarga samara yang rrruar biasa heroiknya, di mana tiada sejarah terukir seperti ini ayah menyembelih putra kesayangannya di masa kanak-kanak sedang lucu-lucunya, namun karena ikhlas Lillahi Ta’ala malaikat menggantikan dengan kambing besar warna putih.

Di antara kelindan sejarah terbangunnya kiblat / ka’bah dengan sumur zam-zam serta hajaral aswad-nya di mana Nabi menggunakan federasi suku-suku Arab untuk memegang kain sorban demi peletakan batu berasal dari surga tersebut sebagai lambang persatuan itu, saya sebagai jurnalis mengucapkan selamat menafakkuri Idul Qurban 9 Dzulhijjah 1441 Hijriyah seraya membagikan hadiah “Masterpiece” Bang Haji Yudie Arwana plus violis Indonesia Bang Hendri Lamiri berikut sohib saya di Humas Pemprov Kalbar kini di Balitbangda Kalbar Kak Emi Poetrina, Bg Pepeng, drummer Bg Basir…..besutan indah tematic song about our hero—Sultan Hamid II–Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila—cucu-cicit keturunan Rasulullah SAW lewat Habib Husein–Al Jalalullail bersambung genetik sampai Sayyidina Hasan bin Ali Radiallahu Anhu x Siti Fatimah Al Zahra binti Rasulullah Muhammad SAW terus sampai ke Nabi Ismail dan Ibrahim Alaihi Salam….Allahu Akbar (Tuhan Maha Besar).

Baca Juga:  "Gong Xi - Gong Xi"

The Grand Master yang menunjukkan kisah sejarah benar-benar peristiwa berulang, namun kebenaran akan bercahaya terang seperti halnya sinar matahari bagi semesta. Walillahil Hamd (Dan hanya kepada Tuhan kami Memuji). Salam Iedul Qurban—Salam Kompak dalam spirit kepahlawanan serta spirit berkurban—probono di mana lahir “Masterpiece” ini di tengah gema takbir-tahlil dan tahmid.

Semoga semua pihak yang menyertai lahirnya lagu heroik dari Bumi khaTULIStiwa untuk Indonesia ini mendapatkan pahala berlipatganda dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Juga bagi yang mendengar, menyanyikan, dan menikmati makna terdalam dari lirik serta nadanya, semoga bersambung sampai Arsy niatnya “Lillahi Ta’ala”.

Semua ini berorientasi mencari Ridho Allah Tuhan Yang Maha Esa–sesuai falsafah Pancasila. Pandangan hidup Bangsa Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Tetap! Via satu jalan satu tujuan semoga pandemi Covid-19 juga dicabut-Nya dari Nusantara dwi warna–NKRI tercinta. Bismillah-Walhamdulillah–Allahu Akbar. *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

IMG 20200730 WA0034

Selenophile Membacakan Surat Jawaban Sultan Hamid kepada Wartawan Solichin Salam

WhatsApp Image 2020 07 30 at 21.47.30

Xenoglosofilia : Kenapa Harus Nginggris?