teraju.id, Live Concert – Pentas Live Concert 107th Sultan Hamid yang ditayangkan secara langsung 12 jam di kanal YouTube teraju.id mendapatkan apresiasi yang luar biasa di Indonesia maupun beberapa belahan dunia–terutama yang berbasis mslim Melayu. Salah satunya adalah penampilan Tengku Ryo dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara dengan gesekan biolanya yang ciamik.
Tengku Ryo yang juga cicit pahlawan nasional Tengku Amir Hamzah (musisi sastrawan Nusantara) membawakan “Pledoi” dengan penuh penghayatan. Gesekannya “maut” sehingga mengiris hati. Tanpa terasa pemirsa banyak yang meneteskan air mata. Salah satunya Syaifullah. Warga kelahiran 1980 ini mengaku tak sanggup menahan air matanya.
“Saya tahu Sultan Hamid berjasa kepada negara sebagai perancang lambang negara dari Kesultanan Pontianak saat sekolah dulu berekreasi ke istana. Di sana saya melihat hasil rancangannya,” kata pria yang sehari-hari bekerja di kafe ini.
Berikut isi pledoi yang merupakan pembelaan Sultan Hamid di persidangan. “Isi pembelaan atau pledoi ini ditulis oleh Sultan Hamid sendiri. Di sana tergambar isi pikiran dan perasaannya, atas segenap tuduhan yang dibelitkan kepada dirinya,” kata Ketua Yayasan Sultan Hamid, Anshari Dimyati, SH, MH.
Pledoi itu selengkapnya sbb:
PEMBELAAN (PLEDOOI) SULTAN HAMID II
PADA SIDANG MAHKAMAH AGUNG
Tanggal 25 Maret 1953
