Opini

Selamat Jalan Pak Max

Selamat Jalan Pak Max

* Catatan Syafaruddin Usman

Sebuah kabar duka saya terima melalui WA dari seorang kerabat Alkadrie di Jakarta. Dan juga dari wartawan senior Pontianak Post Gusti Yusri. Tulisnya, kepergian abadi HM Max Yusuf Alkadrie.

Membaca dan menyebut nama Max Yusuf, samalah dengan mengenang kebaikannya.

Saya pribadi kenal pertama sekitar September 1992. Saat itu saya mulai aktif sebagai freelance di koran Akcaya. Pak Max sangat energik. Masih muda dan piawai mengelola manajemen radio. Bincang awal dengannya di satu ketika pada masa awal kenal, mengasyikkan. Sangat bersemangat dan tampil berwibawa. Satu hari di hari lainnya, saling kenal lebih jauh. Pak Max bercerita dia berteman dengan beberapa orang paman saya. Dan kebenaran Abah Pak Max kenal dan bersahabat dengan Kakek saya. Alih-alih Pak Max serupa juga sejumlah paman saya yang teman-temannya tadi adalah sama-sama aktifis Marhaenis Kalbar.

\Sekitar tahun 1993 saya ingat Pak Max berkirim via kantor pos beberapa buku untuk saya. Diantaranya surat, sesekali melalui faksimil di kantor Akcaya. Pada umumnya surat yang dikirim ke saya singkat saja. Isinya bercerita kenangan pertemanannya tadi. Dan kemudian saya dimintanya menulis tentang Kota Pontianak tempo doeloe.