Opini

Jaga Mendu, Upaya Menjaga Otentitas Budaya Melayu

Jaga Mendu, Upaya Menjaga Otentitas Budaya Melayu

Teraju News Network – Lama tak menyapa Taman Budaya Kalimantan Barat, akhirnya tadi malam (07.04.2021) berkesempatan kembali hadir untuk menyaksikan Teatrikal Mendu yang digelar di salah satu bilangan Ahmad Yani, Kota Pontianak. Dalam rangka memperingati hari teater dunia. Awal mula undangan disampaikan kepada saya, oleh kawan penggiat Budaya, Fahrizal yang juga tampil sebagai salah satu pemeran dalam pentas budaya melayu itu.

Rizal mengundang saya hadir sebagai Ketua Yayasan Sultan Hamid II. Sebelumnya, tak jarang kami bincang tentang kebudayaan, utamanya di bumi khatulistiwa. Semangat untuk menggali dan menjaga khazanah budaya memang tak lekang oleh generasi masa kini. Faktanya, masih banyak perhatian yang mendalam dari anak muda sekarang. Salah satunya adalah konsentrasi mereka untuk menjaga Mendu agar tak layu hilang ditelan waktu.

Kita tau bahwa Mendu adalah kesenian peradaban Melayu yang sudah ada sejak dahulu. Mendu adalah teater rakyat yang hidup, berkembang, dan bertahan di beberapa wilayah kepulauan ini.
Kepulauan Melayu (the Malay Archipelago). Dia berada dan bertahan dalam rentang waktu cukup lama di beberapa pulau. Utamanya di Riau (daratan), kepulauan Riau, dan tepi bagian barat pulau Kalimantan (Kalbar).