Apakah kebudayaan yang otentik itu penting? Realitas peradaban sebuah bangsa yang berbudaya, akan jatuh seiring terkikisnya produk yang tercipta. Yang dimaksud dengan menjaga otentitas itu adalah, jangan sampai karena proses akulturasi budaya yang sudah ada kemudian menerabas semua aspek perangkat-perangkat di dalamnya.
Seperti sistem Politik, Bahasa, Adat Istiadat, Pakaian, Bangunan, Karya Seni, Aturan Hukum yang menjadi kebiasaan turun menurun, maupun norma hidup. Selama tak bertentangan dengan agama, karena asas hidup orang Melayu adalah “Adat Bersendi Syariat, Syariat Bersendi Kitabullah”.
Menimbang keadilan dalam peradaban, maka penting, mempertegas ulang makna otentitas kebudayaan. Jangan sampai kebudayaan yang dijaga sejak dahulu kala, kalah dengan kebiasaan yang dibangun hari ini, hingga norma hidup positif yang ditinggalkan nenek moyang patah, hancur tak bersisa.
Di sisi lain “kebudayaan” pula merupakan produk politik masa lalu, namun pantas pula ditautkan sebagai wadah berpolitik hari ini. Yang terlebih penting menjaga agar jangan sampai terjadi benturan dengan entitas kebudayaan lain yang akan menjadi dominan, dan selanjutnya menimbun puing kebudayaan asli tersebut.
