Featured

“Aku Cinta Keluargaku-Aku Cinta Indonesia” Pelajaran AFS Belgia-Indonesia

“Aku Cinta Keluargaku-Aku Cinta Indonesia” Pelajaran AFS Belgia-Indonesia
Kika: Bunda, Saya, Sanne, Elsa dan Ayah di depan Istana Kesultanan Kadriyah Pontianak

Oleh: Asfiyah Radhya

-dit raakt alle harten-

Sebuah kabar dari seberang pulau sampai kepadaku. Sanne telah pulang. 3 bulan bersama dalam pertukaran pelajar Bina Antarbudaya Chapter Pontianak seakan belum ikhlas melepas ia pulang. Ya, jujur dari hati seorang ibu berkata kepadaku. ia anak yang baik.

Usianya memang dibawahku, pemikirannya masih sama seperti adikku, tapi sikapnya mandiri dan dewasa. Aku tidak mengarang atau berkata sok manis terhadap penilaianku kepada adik kecil ini.

Aku bisa merasakan bagaimana sepi dan berwarnanya ketika seseorang berada jauh dari keluarganya yang ada di belahan bumi lain. Belgia.

‘Aku cinta keluargaku, aku cinta Indonesia’. Sepatah kata yang menyentuh keluarga kami. Jujur sekali lagi aku jujur berkata, aku tak pernah bertemu orang asing yang bisa secepat ini merasa nyaman bersama keluargaku.