Berita

Budidaya Jahe di Tanah Gambut: Tantangan dan Peluang

Budidaya  Jahe di Tanah Gambut: Tantangan dan Peluang

teraju.id – Pontianak – Tanaman jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu komoditas rempah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan di bidang kuliner, kesehatan, hingga industri obat tradisional. Kalimantan Barat, dengan potensi lahan gambutnya yang luas, menyimpan peluang besar untuk pengembangan budidaya jahe. Namun, menanam jahe di tanah gambut memerlukan teknik budidaya yang tepat agar hasilnya optimal.

Karakteristik tanah gambut memiliki ciri khas yakni: bersifat asam (pH rendah), kandungan bahan organik tinggi, cenderung miskin hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) serta rentan terhadap kekeringan saat musim kemarau dan tergenang saat musim hujan.
Ciri-ciri ini membuat tanah gambut kurang ideal untuk sebagian besar tanaman, namun dengan perlakuan khusus, jahe tetap bisa tumbuh baik.

Teknik Budidaya Jahe di tanah gambut sehingga bisa berhasil, dapat dilakukan dengan:

Pemilihan Benih
Gunakan beih jahe yang sehat dan berasal dari rimpang tua (berumur 9–12 bulan).

Pengolahan Lahan
Buat bedengan dengan tinggi 20–30 cm dan lebar 1 meter agar tidak tergenang air.
Tambahkan bahan amelioran seperti kapur dolomit atau abu sekam untuk menaikkan pH tanah.
Campurkan kompos atau pupuk kandang matang untuk menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah.