Sayangnya, masih sedikit petani yang melirik jahe sebagai komoditas utama di lahan gambut. Banyak yang masih terpaku pada tanaman konvensional seperti padi, kelapa, atau sawit, padahal risiko dan biaya perawatannya lebih tinggi. Padahal dengan modal lebih ringan dan waktu panen yang relatif cepat (4–6 bulan untuk jahe muda), budidaya jahe bisa menjadi solusi cerdas untuk meningkatkan pendapatan petani.
Pemerintah daerah, dinas pertanian, dan lembaga swadaya perlu hadir dalam memberikan pelatihan, benih unggul, dan pendampingan teknis. Sudah saatnya kita melihat tanah gambut bukan sebagai beban, tapi sebagai potensi emas yang belum tergarap. Dengan pendekatan tepat dan dukungan kebijakan, Kalimantan Barat bisa menjadi sentra produksi jahe nasional — bahkan ekspor.
Tanah gambut bukan penghalang, tapi peluang. Tinggal bagaimana kita mengolahnya.
