Berita

Budidaya Jahe di Tanah Gambut: Tantangan dan Peluang

Budidaya  Jahe di Tanah Gambut: Tantangan dan Peluang

Penanaman
Tanam rimpang dengan jarak tanam 30 × 40 cm. Usahakan kedalaman tanam sekitar 5–10 cm. Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan, agar tanaman cukup air selama fase awal pertumbuhan.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan bertahap:
Dasar: Pupuk kandang + dolomit + NPK seimbang
Susulan: Urea, SP-36, dan KCl setiap 1,5 bulan sekali
Pupuk organik cair juga bisa digunakan untuk meningkatkan ketahanan tanaman

Pengairan dan Drainase
Pastikan bedengan memiliki saluran drainase yang baik untuk menghindari genangan air.
Siram secara rutin saat musim kemarau, namun jangan berlebihan agar tidak memicu busuk rimpang.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama umum: ulat, belalang, dan lalat rimpang.
Penyakit: busuk rimpang (oleh jamur Pythium atau Fusarium).
Gunakan pestisida nabati dan jaga sanitasi kebun secara rutin.

Panen dan Pasca Panen
Jahe bisa dipanen saat berumur 8–10 bulan untuk konsumsi segar, atau 12 bulan untuk kebutuhan bibit dan industri herbal. Panen dilakukan hati-hati agar rimpang tidak rusak, kemudian dicuci, dijemur, atau langsung dijual segar.

Budidaya jahe di tanah gambut Kalimantan Barat adalah peluang emas bagi petani lokal. Meskipun menantang, dengan teknik budidaya yang tepat—mulai dari pengolahan tanah hingga pemupukan organik—jahe dapat tumbuh subur dan menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Ini sejalan dengan semangat pertanian modern berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.