Opini

Berselancar di Sejarah Malaka

Berselancar di Sejarah Malaka

Oleh Hermayani Putera

Nama ‘Malaka’ sudah lama melekat di dalam pikiran saya. Saat SMP, salah satu pelajaran yang sangat saya senangi adalah sejarah. Materinya sangat menarik. Cara Bu Nelce Apunasa dan Bu Sri Mulyati, dua guru sejarah di SMPN 1 Pontianak dulu, juga sangat berkesan bagi saya. Hafalan beliau berdua luar biasa. Cerita demi cerita sejarah mengalir lancar dari mulut keduanya. Kita seolah diajak mengembara, masuk ke lorong waktu, serasa terlibat di dalamnya.

Tentang sosok petualang penakluk dunia baru, misalnya, seperti ekspedisi Laksamana Cheng Ho yang dikisahkan pernah ke Nusantara selama tujuh kali. Ada pula kisah bagaimana perkembangan dan peradaban satu kawasan, seperti Mesir dan Sungai Nil. Atau tentang Sungai Mekong yang mengalir dari Dataran Tibet di utara, terus mengalir melalui Yunnan di Tiongkok, terus ke Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Memberi pelajaran, betapa pentingnya merawat sungai, tempat tumbuhnya peradaban-peradaban besar.

Salah satu yang masih melekat di ingatan adalah materi tentang sejarah Kesultanan Malaka. Walaupun umur kesultanan ini hanya satu abad lebih, tapi dengan empat periode kepemimpinan sultan, Malaka tumbuh menjadi pusat perdagangan serta pelayaran internasional, bahkan berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam terbesar di Asia Tenggara.