Opini

Ngecharge ke Mesjid Kapal Munzalan Mubarakan

Ngecharge ke Mesjid Kapal Munzalan Mubarakan

Oleh Nur Iskandar

Dr Sumar’in Ketua Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Sambas yang juga akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Sambas bersama Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sambas seusai pelatihan Ziswaf di Hotel Borneo minta diajak keliling “ngecharge” agar ilmu Ziswaf dapat segera diterapkan di daerahnya. Saya kontak beberapa pihak. Buat janji.

Jam jemput ke Borneo Hotel pukul 11.00. Sudah mepet dengan waktu sembahyang siang. ‘Dimane kite sholat nih Bang?” Begitu saya tanya. “Serah abang yak lah,” saut pria yang juga Sekretaris MUI Sambas ini.

IMG 20210225 WA0006

Saya pikir banyak alternatif. Pertama dan utama adalah Mujahidin. Tapi Mujahidin terlalu biasa. Biasa karena dia mesjid raya. Mesjid terbesar. Mesjid di jalan protokol dua jalur pula. Istimewa tentu saja mesjid kecil di Gang Sempit. Namun soal kemakmuran Ziswafnya kalah jauh Mesjid Raya Mujahidin.

Munzalan terbentuk di 24 provinsi dalam 12 tahun umurnya. Wabilkhusus Gerakan Infak Beras mencapai 540 ton dalam sebulan untuk seluruh Indonesia dimana untuk Kota Pontianak saja lebih kurang 60 ton per bulan. Ziswaf Munzalan per bulan untuk posisi mesjid gang sempit itu Rp 4-9 Miliar per bulan. Sebuah reputasi yang bukan kaleng-kaleng.