Opini

“Kalut-Ribut” Tapal Batas Arboretum Fakultas Kehutanan vs “Tembok Berlin” Fakultas Pertanian

“Kalut-Ribut” Tapal Batas Arboretum Fakultas Kehutanan vs “Tembok Berlin” Fakultas Pertanian

Oleh: Nur Iskandar

Kemelut Arboretum Fakultas Kehutanan vs “Tembok Berlin” Fakultas Pertanian bisa dilihat dengan jernih lewat rekaman sejarah. Bahwa sesuatu yang diributkan sesungguhnya sederhana. Yakni lahan praktikum para penggali ilmu. Jika lahan praktikumnya tersedia, selesai urusan internal Universitas Tanjungpura yang berkonflik antara dua fakultas. Tak elok rasanya para pemburu kebenaran bergelut dengan hal “baper” sementara di luar kampus banyak masalah besar butuh daya kritis para ilmuan–sebut saja kita kekurangan pangan, alih fungsi lahan hutan kepada perkebunan sawit, alih fungsi lahan pangan ke perumahan, kebakaran hutan dan lahan sekaligus asap menjadi azab di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Banjir pun semakin rajin menjadi soal kemasyarakatan dan lingkungan di Negara kita Indonesia tercinta termasuk Kalbar si Bumi khaTULIStiwa.


Universitas Tanjungpura didirikan pada tanggal 20 Mei 1959 dengan nama Universitas Daya Nasional di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Daya Nasional sebagai sebuah universitas swasta. Pendirinya merupakan tokoh-tokoh politik dan pemuka masyarakat Kalimantan Barat, yang dikoordinasikan langsung oleh Gubernur Oevaang Oeraay.

Spirit pendirian Untan tiada lain agar melek intelektual dan tidak “begadoh” adu otot melainkan “cool” dalam adu otak. Cerdas dan ikhlas.