Opini

“Kalut-Ribut” Tapal Batas Arboretum Fakultas Kehutanan vs “Tembok Berlin” Fakultas Pertanian

“Kalut-Ribut” Tapal Batas Arboretum Fakultas Kehutanan vs “Tembok Berlin” Fakultas Pertanian

Saya masuk Untan pada tahun 1992. Saat masuk itu kami satu atap antara mahasiswa Agronomi dengan Kehutanan dalam satu Fasilitas Bersama (FB) Fakultas Pertanian. Saya melihat dengan mata kepala sendiri batas di samping ruang kelas (FB) ada parit yang membelah lokasi di mana kami biasa praktikum. Kami juga aktif pengajian keliling dari FKMI Ulul Albab dengan HMJ Kehutanan.

Di depan bangunan unik berbahan kayu dua tingkat ada papan organisasi Sylva Indonesia PC Untan. Kalau mau pergi pengajian di HMJ Kehutanan melewati jembatan papan di atas parit tersebut. Sejak dulu parit ini adalah parit asli batas yang kami ketahui semua hamparan adalah milik Untan untuk praktikum.

Sebagai anak Pontianak yang sejak 1986-1999 biasa melintasi jalur Ahmad Yani, kawasan Arboretum sekarang “tempo doeloe” adalah rerimbunan belukar yang dikuasai jenis Akasia. Saya pernah berburu monyet di pohon akasia itu waktu SMP tahun 1987. Syahdan 1992 masuk Untan dan aktif di pers kampus. Saya ikut meliput penanaman pohon kayu hutan bersama Menteri Kehutanan Ir Jamaluddin di era Presiden Soeharto tahun 1993. Saat itu jenis-jenis vegetasi hutan Kalbar banyak ditumbuhkan di Arboretum.