Internasional

Iran sudah Menang, Kembali ke Gaza

Iran sudah Menang, Kembali ke Gaza
A fragile ceasefire in the Iran-Israel war appeared to be holding on June 24, after 12 days of strikes that saw Israel and the United States pummel the Islamic republic's nuclear facilities. (Photo by ATTA KENARE / AFP)

Oleh: Farid Gaban

Persepsi warga dunia terhadap Israel berubah dramatis dalam dua tahun belakangan. Di Amerika, sementara elitnya mabuk mendukung Israel, publik makin sadar betapa negeri mereka dijadikan boneka oleh Zionis. Makin terbuka publik Amerika mengkritik perilaku lobi Yahudi (AIPAC) yang mendikte kebijakan pemerintah mereka:

  • Memberi bantuan miliaran dolar ke Israel setiap tahun, sementara kemiskinan dan kesulitan hidup warganya sendiri makin parah.
  • Membela kebrutalan genosida dan apartheid Israel yang bikin Amerika ikut terisolasi dalam pergaulan dunia.
  • Membela Israel dan mendukungnya secara harafiah untuk menyerbu Iran, negeri berdaulat, tanpa alasan yang jelas.

Di masa lalu, publik Amerika sulit mengkritik Israel dan kebijakan AS yang menopangnya karena takut disebut anti-Yahudi (anti-semitik). Kini, sebutan anti-semitik tak lagi menjadi halangan karena istilah itu sudah dimanipulasi oleh Zionis Israel sendiri untuk menjustifikasi kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya di Gaza.

Tren perubahan persepsi itu bahkan tidak cuma di Amerika, tapi juga di Eropa. Sementara elitnya masih demen jadi boneka Israel, publik bersuara makin keras terhadap genosida Palestina di Gaza. Gelombang persepsi dan opini publik sedang berbalik ke Zionis Israel yang kehilangan citra moralnya sebagai “satu-satunya negeri demokratis yang beradab di Timur Tengah, di tengah bangsa Arab yang barbar”.