Saya bersyukur kini Iran-Israel sudah menyepakati gencatan senjata. Saatnya publik dunia kembali fokus untuk melihat kebrutalan Israel di Gaza. Kali ini, posisi Israel sudah berantakan secara moral dan politik di hadapan warga dunia. Demonstrasi besar pro-Palestina puluhan ribu orang berlangsung di Den Haag dan Berlin pekan lalu. Serangan balasan Iran, meski tidak menghancurkan Israel, telah merontokkan kredibilitas Israel; menelanjangi mitos-mitos tentangnya. Iran sudah menang, bukan secara militer, tapi secara politik dan moral:
- Menghancurkan kedok mitos Israel sebagai negeri demokratis yg beradab.
- Membuka mata dunia bahwa Israel adalah sumber destabilisasi di Timur Tengah. Negara rasis, apartheid dan arogan yang tidak peduli hukum internasional.
- Menelanjangi hipokrisi para pemimpin AS-Eropa di depan publiknya sendiri, bahwa mereka cuma boneka Zionis Israel.
- Menunjukkan bahwa seberapapun digdaya, AS dan Israel itu bisa dilawan jika kita punya keberanian seperti Iran.
- Membongkar mitos Israel yang aman dan tak terkalahkan.
- Membuktikan betapa telanjang kolonialisme Israel atas Palestina. Warga Israel, yang sebagaian besar imigran Eropa Timur, eksodus balik meninggalkan “tanah yang dijanjikan” di tengah serangan balasan Iran.
Zionis Israel sedang menggerogoti landasan eksistensinya sendiri, meruntuhkan istana pasirnya yang rapuh.
