Oleh: Nur Iskandar
Setiap pagi mengantar anak ke Perguruan Mujahidin saya selalu melewati rumah besar dan megah milik politikus santun “Pak LHK” kawasan Jl MT Haryono-Pontianak. Kawasan elit yang berhadapan dengan Stadion Sultan Syarief Abdurrachman Alkadrie–pusat Car Free Day dan pertamanan.
“Apa kabar gerangan sentua tuk ya?” Begitu selalu terbetik dalam hati, sampai pada Senin, 1 Maret 2021 saya dikejutkan dengan kabar duka, bahwa politikus santun yang dekat dengan para wartawan itu telah menghembuskan napas terakhirnya di ICU RS Santo Antonius karena sakit, dalam usia 79 tahun.
Saya terkenang kala menikmati bubur kacang hijau bersamanya di rumah warna krem gading itu. Di salah satu sudut favoritnya membaca koran dan meneduhkan keringat setelah berolahraga pagi. Sudut ruangan yang menghadap ke taman.
