Community

Es Teler Jl. Alianyang Pontianak

Es Teler Jl. Alianyang Pontianak

Oleh : Khatijah

Minggu pagi, jadwal tes wawancara beasiswa Bank Indonesia Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Tak ada lelong, tak ada gor lagi minggu ini demi masa depan dan keuangan yang cerah. Peserta kemungkinan 80-an lebih, saya dapat nomor urut 56 sekitar pukul setengah 12 baru dipanggil oleh panitia.
Wawancara tersebut tidak terlalu sulit. Saya menjalani hingga selesai.

Baca Juga:IPA Vs IPS

Cuaca di kota Khatulistiwa hari ini lumayan panas, Tuti Alawiyah, teman saya, yang sedari pagi dengan sabar menunggu giliran saya dipanggil meringgis kepanasan melihat saya yang baru keluar dari Masjid IAIN Pontianak sembari bernafas lega. Dialog demi dialog yang saya alami di dalam ruangan saya ulangi lagi kepada Tuti serta membanding-bandingkan jawaban kami hingga pada akhirnya dialog tentang tenggorokan yang mulai mengering.

“Es cendol, segar ni ye Ti. Maok ndak ?” ujar saya.

“Iyee, yoklah,” tanpa berpikir panjang Tuti menjawab. Karena sebelumnya ia juga mempertanyakan Sabtu malam saya kemana, katanya dia ingin mengajak saya makan mie ayam tapi tidak terlaksana karena tugas Negara yang masih terpampang (Nyuci) menggagalkan rencana.