teraju.id, Pontianak — Penangkar benih pisang di Kalimantan Barat, mulai mengubah cara perbanyakan benih pisang selama ini melalui anakan berubah ke belah bonggol. Teknik ini dinilai lebih efektif dalam menghasilkan benih dalam jumlah besar, sekaligus mempercepat regenerasi kebun tanpa harus menunggu tunas anakan tumbuh secara alami.
Pisang kepok merupakan salah satu varietas unggul nasional asal Kalbar yang digemari masyarakat, terutama karena rasanya yang legit dan daging buah yang padat. Tak hanya dikonsumsi langsung, pisang kepok juga menjadi bahan utama untuk beragam olahan seperti keripik, kolak, hingga pisang goreng. Permintaan pasar yang stabil membuat kebutuhan akan benih pisang terus meningkat.
“Dari satu bonggol, kita bisa mendapatkan lima sampai sepuluh potongan benih. Dibanding menunggu tunas keluar sendiri, cara ini jauh lebih cepat,” ujar Marthadi, SP, MP, Fungsional Pengawas Benih Prov Kalbar, kepada teraju, Sabtu (6/7/2025).
