Meski menjanjikan, metode ini juga memiliki tantangan. Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, potongan bonggol bisa membusuk atau terkena serangan jamur. Oleh karena itu, petani disarankan untuk merendam bonggol dalam larutan fungisida sebelum ditanam dan melakukan penyemaian di tempat yang teduh serta berventilasi baik.
“Kuncinya pada pemilihan indukan dan sanitasi peralatan. Jangan pakai pisau yang kotor, karena bisa menyebarkan penyakit,” tambah Marthadi.
Perbanyakan pisang kepok dengan belah bonggol menjadi salah satu strategi adaptif petani dalam menjawab kebutuhan benih yang tinggi. Selain murah dan efisien, teknik ini juga memberdayakan sumber daya lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Dengan pendampingan teknis yang memadai, metode ini berpotensi memperkuat ketahanan pangan berbasis hortikultura di Kalimantan Barat dan mendorong tumbuhnya sentra benih mandiri berbasis masyarakat.
