Opini

In Memoriam H. Ishaq Saleh

In Memoriam  H. Ishaq Saleh

* Kenangan Syafaruddin Usman

Innalillahi wa inna Ilaihi rajiun. Kalbar kembali kehilangan seorang tokoh panutannya. Setelah menjalani perawatan cukup lama, politisi gaek H Ishaq Saleh, Jumat 8 Februari pukul 17.10 menghembuskan napas terakhirnya di RS Sudarso Pontianak.

Politisi lintas zaman ini selain dikenal sebagai sosok seorang ayah, juga figur yang bersahaja. Untuk karir politik, Ishaq bukanlah orang baru. Sejak Pemilu 1982 ia duduk di legislatif Kalbar dari PPP lebih dari dua periode. Era reformasi bergabung di PAN dan sempat memimpin partai besutan HM Amien Rais ini. Dan Ishaq pun kembali ke Senayan mewakili PAN ketika itu. Selepas itu dalam Pemilu 2014 ikut bertarung memperebutkan kursi di DPD RI.

Bagi Ishaq, berpolitik praktis bukanlah hal baru. Kelahiran Orde Baru menyinggahkan dirinya di Parmusi, memang sebelum itu Ishaq dikenal sebagai simpatisan Masyumi.

Di luar kental sebagai politisi, Ishaq juga kentara sebagai pelaku dunia usaha. Bahkan dia pun merupakan praktisi dunia bisnis dan aktif di Kadin Kalbar.

Perokok aktif masa muda dan hingga usia senjanya itu, adalah figur yang ramah dan santun. Ishaq sangat menghargai orang lain dan selalu menempatkan semua orang pada posisinya. Tak urung, politikus kawakan ini di dalam banyak kesempatan selalu jadi penengah ketegangan politik rekan-rekannya.