Oleh: Turiman Fachturahman Nur
(Peneliti Sejarah Hukum Lambang Negara Republik Indonesia UNTAN)
Daerah Istimewa Kalimantan Barat adalah satuan kenegaraan yang tegak berdiri sendiri atau wilayah negara yang berdaulat penuh/otonom dalam lingkungan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang berkedudukan secara de jure sebagai daerah istimewa Kalimantan Barat sebagaimana diabadikan dalam Pasal 2 b Konstitusi RIS 1949.
Daerah Istimewa Kalimantan Barat dibentuk berdasarkan kesepakatan Kesultanan/Raja Raja dan para tokoh tokoh adat lintas etnis pada tanggal 28 Oktober 1946 yang tergabung dalam Dewan Borneo Barat dan mendapat kedudukan sebagai Daerah Istimewa pada tanggal 12 Mei 1947, Daerah Istimewa Kalimantan Barat meliputi Swapraja Sambas, Swapraja Pontianak, Swapraja Mampawah, Swapraja Landak, Swapraja Kubu, Swapraja Matan, Swapraja Sukadana, Swapraja Simpang, Swapraja Sanggau, Swapraja Tayan, Swapraja Sintang, Neo-swapraja Meliau, Neo-swapraja Pinoh, dan Neo-swapraja Kapuas Hulu. Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat adalah Sultan Swapraja Pontianak, Sultan Hamid II.
