in

Rumah Literasi: Di Balik Penulisan Buku “Hidup Anak Petani Karet”

WhatsApp Image 2020 07 15 at 13.45.59

Oleh : Adinul Husnul

Saya merasakan menulis buku ini sangat berfaedah. Banyak hal baru yang saya temukan. Selama proses menulis tersebut menjadikan saya lebih inspiratif dalam mengambil langkah yang belum pasti.

Awalnya, menurut saya menulis itu sangat sulit, dan banyak waktu yang harus dikeluarkan hanya untuk itu. Namun perasaan ini dapat dipatahkan oleh adanya program Rumah Literasi. Walaupun banyak hambatan saat pembuatannya, namun ini merupakan bukti hikmah bagi jati diri saya untuk membuktikan bahwa saya harus bisa.

Menjalaninya pasti ada suka dan duka, apalagi di awal penentuan judul dan subjudul yang harus pasti dan sejalan, agar tidak banyak bertele-tele dalam pembuatannya. Maka saya harus memikirkan hal tersebut dengan lebih teliti hingga mendapat inspirasi yang baik, apalagi ini merupakan buku yang dibuat pertama kali selama hidup. Hingga pada akhirnya saya mendapatkan inspirasi buku yang harus saya selesaikan dengan judul “Hidup Anak Petani Karet”.

Proses penulisan ini sangat sulit jika tidak dibantu oleh berbagai pihak yang sejalan. Namun dengan adanya seorang pembimbing yang kompeten, maka tulisan tersebut dapat terselesaikan dengan berbagai arahan. Maka dengan itu saya bisa belajar langsung kepada pembimbing.

Baca Juga:  Belajar Quran Visual-Virtual "All at Once" ala Oprah dan Obama

Biografi yang berjudul “Hidup Anak Petani Karet” ini, menceritakan tentang kisah hidup saya yang dimulai dari kecil hingga pada posisi remaja. Kisah hidup yang saya rasakan bersama keluarga. Judul tersebut merupakan citraan dari pekerjaan kedua orang tua saya sebagai petani karet.

Saya menulis tentang diri sendiri karena ingin memberi pelajaran kepada pembaca melalui jalan hidup yang saya alami, bekal hidup di masa mendatang. Selain, tentu saja, dengan menulis diri sendiri lebih mudah mendapatkan bahannya.Dengan selesainya tulisan tersebut saya sampaikan hormat dan ucapan terima kasih kepada Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Pontianak yang telah menyediakan program Rumah Literasi. Dengan program ini saya bisa mengubah paham buruk saya dan belajar dalam menulis yang baik.

Semoga buku ini bisa menginspirasi bagi orang lain dalam menjalani hidup, dan juga menginspirasi saya agar lebih giat dalam menulis. Lebih khusus, semoga saya bisa melanjutkan cerita dalam buku saat ini di lain waktu. (Peserta Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak).

Baca Juga:  Mesjid Pemuda Sulthan Annashira

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 07 15 at 13.37.14

Kesan di Balik Penulisan Buku “Mengukir Kisah di Desa Sengkubang”

WhatsApp Image 2020 07 15 at 14.23.19

Rumah Literasi: Warna-warni di Balik Pengalaman Membuat Buku Pertama