Oleh: Saripaini
Jumat, 22 November 2019 adalah pertemuan ke sebelas Rumah Literasi FUAD. Sesuai dengan program yang telah dibuat, hari ini mahasiswa diberikan teori menulis kreatif dan membuat cerpen. Dikutip dari kompasiana.com secara definitif menulis keratif adalah proses menuangkan ide atau gagasan sebagai wujud pengendalian pikiran-pikiran kreatif agar dapat menjadi tulisan yang baik dan menarik.
Penulisan kreatif adalah bentuk penulisan sastra yang sangat berkaitan dengan pemikiran-pemikiran imajinasi, contonya adalah karya-karya fiksi, seperti cerpen, novel, puisi, naska drama dan lain sebagainya. Dalam proses penulisan kreatif, penulis dapat mengandalkan panca indra, yakni mata, hidung, telinga, kulit dan lidah kemudian gambarkan atau deskripsikan apa yang ditangkap dari satu objek tulisan.
Dalam praktik menulis kreatif saya mengarahkan mahasiswa untuk membuat cerpen.Target pertemuan kelas Rumi adalah sebuah buku. Agar mudah mendapatkan fokus tulisan mereka sepakat untuk membuat satu tema, yakni “Hujan”.
Dalam proses penulisan mahasiswa diberi waktu selama lima belas menit. Seketika kelas senyap, semuanya fokus menulis. Setelah menulis kegiatan dilanjutkan dengan membacakan apa yang telah ditulis.
Yunita Sari mengajungkan tangan pertama kali, ia antusias untuk membacakan tulisan kreatif yang telah dibuat, karangan sepanjang satu halaman buku tulis berhasil mendapatkan tepuk tangan dari teman-teman sekelas.
