Oleh: Eka Hendry Ar.
Asam pedas merupakan salah satu makanan khas Kalimantan Barat, jenis ikan yang dimasak dengan ingredien pedas dan asam. Ikan asam pedas, atau asam pedas saja, demikian lazim masyarakat menyebutnya. Sensasi pedasnya dari cabai merah yang dihaluskan dan untuk sensasi asamnya menggunakan nanas atau terung asam (bentuknya bulat). Bahan pokoknya ikan, bisa ikan laut, lebih afdhal lagi ikan sungai, seperti ikan lais, ikan baong atau sirip ikan belidak. Dihidangkan dengan nasi, sambal terasi dan lalapan pucuk daun singkong. Maknyuss, pasti nambah berkali-kali, “mertua lewat tak tahu”.
Tulisan ini bukan sedang membincangkan resep masakan. Namun ingin mengatakan bahwa, suatu wilayah harus dapat menawarkan pesona daerahnya. Baik alam, fasilitas kota, budaya dan kekhasan aneka kulinernya. Semakin kuat kekhasan atau keberbedaannya, maka akan semakin tinggi nilai tambahnya. Terlebih hidup di era posmo seperti sekarang ini, aspek perbedaan dan kembali ke ke-lokal-an menjadi yang utama.
Glocal atau glokal, globalisasi lokalitas, yaitu trend mengglobal hal-hal yang berbau lokal. Uniformitas atau penyeragaman yang dikehendaki oleh modernisme, sekarang kehilangan relevansinya. Masyarakat posmo lebih menyenangi kekhasan yang lahir dari heterogenitas budaya, termasuk kembali kepada yang berbau lama (old style). Maka sekarang berkembang budaya vintage, retro dan antik, baik dalam dunia furniture, pakaian dan design interior.
