Berita

Asam Pedas Sulur Keladi

Asam Pedas Sulur Keladi

Catatan Ringan Budi Rahman

Suasana subuh tadi cukup hening. Seperti biasa, habis solat biasanya mata minta dipejamkan lagi tapi kali ini situasinya agak beda. Pesan whatsApp dari Lek Jo di Samsung Note10 tak bisa diabaikan.

“Dul Warkop Asiang meja 6 sebelum jam 6 ye.”

Jelas pesan ini gak bisa diabaikan. Lek Jo yang baru landing dari Suriname jarang-jarang ngajak ngopi. Kalau tidak karena agenda penting tak mungkin dia Sudi berkirim pesan taqwa tersebut. Tanpa panjang kata sayapun bergegas. Mencari kunci Harley Kingsroad yang biasanya saya simpan disamping Samsung smart tv 72 inch. Jebulnya kunci dimaksud Ndak ada. Demi menghindari keterlambatan terpaksa kuambil kuci kendaraaan yg ada. Saya memang paling disiplin soal jadwal ngopi. Batas toleransi keterlambatan hanya 4.5 menit. Lewat…tamat.

Kebetulan cuma ada Rubicon. Mengendarai moda 3000 CC di jalan Pontikarto yang sedang giat membangun ini tak terlalu ribet meski juga ngga terlalu simpel. Sebenarnya lebih pas kalau Makai roda dua dg mesin 1.200 CC.

Sampai di WK Asiang suasana sudah nampak sumuk. Para pengunjung nampak membludak. Pemandangan yang tidak terlalu mengherankan. Lek Jo duduk semeja dengan Mister Ahua, pengusaha mebel dari Hongkong dan Pak Maryono pengepul kayu mahoni asal Temanggung. Mereka sibuk membincangkan bisnis valas yang sedang lesu.