OLeh: Leo Sutrisno
Sudah lebih dari lima belas hari saya menunggu layar plasma langit terbuka. Namun hingga pagi ini belum ada tanda-tanda kemunculannya. Seperti biasa saya berada di sekitar sumber di bukit bebatuan belakang Puskesmas. Minikmanti bunga-bunga liar yang tumbuh subur di sekitar sumber. Beberapa jangkrik yang silih berganti menemani.
Dari bawah pohon Jambu Mete, terlihat langit berwarna biru tua di pagi hari 30 Juni 2020 pukul 09:10 ini terasa memberi harapan. Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus ‘alba’) dengan warna ‘pink’ yang sedang mekar di bebatuan lereng bukit dipadu dengan warna daunnya yang hijau tua serta langit biru benhur menyajikan lukisan alam yang susah dilupakan begitu saja.
