Sukses ketiga terbitnya sejumlah buku dan artikel yang menganyam dan merenda poros Pontianak-Jerman. Satu buku rekam jejak itu ditulis Dwi Syafriyanti berjudul Bonntianak–poros Bonn dan Pontianak. Kini sejarah diperbesar skalanya ke Universitas Hamburg–universitas terbesar di negeri jawara sepakbola Der Panser tersebut dengan kita di Kalbar. Pun Kalbar tidak hanya berpatok dengan KEP dan Untan, juga mulai melibatkan OSO University dan SETC–Singkawang Educational Training Centre.

Gagasan memperbesar skala aktivitas dirintis dari IIJP–Institute Indo Journalist Programe–sebuah organisasi kecil dua angkatan para jurnalis yang mendapatkan grant pendidikan singkat di ITD-MA, USA. Komunikasi saya dan Yanti Mirdayanti pun mengerucut kepada Ikatan Sarjana Indonesia di Jerman–karena Yanti Mirdayanti mengajar di Bonn University serta kini ditarik ke Universitas Hamburg .

Dirajutlah berbagai pola kegiatan dan berujung pada “{meet-up terbatas” antarlembaga, pada Rabu, 3/2/21 tadi malam waktu Indonesia dan siang waktu Jerman. Berikut ini adalah notulensi meeting antara sejumlah guru besar Universitat Hamburg, International Office Universitas Tanjungpura, OSO University, KEP/Binabud/Teraju dan SETC:


Minutes of Meeting

Kolaborasi Universitat Hamburgh dan Univeritas Tanjungpura (Kalbar)–OSO University, KEP/Binabud/Teraju.Id dan SETC
Rabu, 3 Februari 2021
Meet up terbatas diikuti 17 peserta. Masing-masing dari Uni Hamburg, International Office Universitas Tanjungpura, OSO University, Kampoeng English Poernama dan Singkawang Educational Training Centre. Zoom Meeting dibuka pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 21.00 WIB