Larut dalam duka keluarga, Karolin meneteskan air mata saat melihat keadaan korban yang meninggal dunia. Di hadapan kedua orang tua korban dan masyarakat yang datang melayat, Karolin mengingatkan agar jangan menganggap enteng permasalahan rabies yang sedang dihadapi saat ini.
Menurut Dokter yang pernah bertugas di Kecamatan Menjalin ini, korban yang terkena gigitan anjing di Provinsi Kalimantan Barat berjumlah sekitar 2.000 orang, sedangkan korban yang telah meninggal dunia akibat rabies sampai saat ini berjumlah 25 orang. Pemerintah telah menyiapkan 18.000 vaksin anjing tetapi masyarakat dinilai belum sepenuhnya menyadari pentingnya memberikan vaksin kepada anjing yang dipelihara.
“Jumlah korban gigitan anjing menurut data saat ini berkisar 2.000 orang, sedangkan yang sudah meninggal sudah 25 orang. Kemarin saya baru mengunjungi Kecamatan Mukok. Di sana ada 2 orang yang telah meninggal. Hari ini terjadi di sini. Apa kita masih anggap remeh kejadian ini? Pemerintah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menyiapkan vaksin anjing jumlahnya 18.000 dan sekarang ada di provinsi tetapi belum ada yang datang melapor dan minta anjingnya di vaksin. Kalau sudah terjadi seperti ini baru ribut minta divaksin sedangkan vaksin bagi manusia itu terbatas, harganya mahal dan harus diimpor. Jadi jangan anggap enteng hal ini,” tegas putri sulung Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MH. (Martin*)
