Alumni dari Universitas Tanjungpura lainnya tak kalah seru. Mereka ikut bersimpati atas peristiwa di FT Untan. “Saya sebagai alumni tetangga Fakultas Teknik berharap masalah FT bisa cepat selesai,” ujar Safitri Rayuni lewat media sosial ke Teraju.Id. Bahkan PNS di lingkungan Dinas Pertanian Ketapang ini berharap ada kebijakan yang revolusioner. Dan hal itu bisa datangnya dari Rektor Untan yang memberikan pemaafan alias amnesti. Terutama kepada Ketua BEM yang sarat prestasi, namun diskors dua semester lantaran bertanggungjawab atas kejadian oknum senior di dalam PMB. “Saya saran Pak Rektor memberikan amnesti. Sehingga salah satu masalah yang memantik amarah massa mahasiswa dengan tudingan Dekan otoriter bisa direduksi. Kami yakin Dekan Dr Rustamadji orangnya baik dan dekat dengan mahasiswa. Bukankah Dekan menjalankan amanah Mendikti soal PMB yang seragam di seluruh Indonesia?” timpal alumni lainnya retoris.

img_20160930_063730_793

Selanjutnya, perkembangan demo pasca konferensi pers juga bagus. Aksi massa mahasiswa tidak lagi di dalam ruang lobby Gedung Rektorat. Mereka sudah di luar ruangan sehingga tidak lagi mengganggu konsentrasi pekerja rektorat lantaran mereka bermusik, berorasi bahkan masak-masak. Mereka juga menghargai asas demokrasi di mana kebebasan diri dibatasi kebebasan orang lain.

Perkembangan lainnya, bahwa aparat keamanan sudah ditarik dari Untan. Ini pertanda, demo FT Untan sudah sejuk dan terkelola secara akademis yang nalarnya sehat. (Guntur/Gheby/Nuris)