Setiap kali Equator Land Area kedatangan pertukaran pelajar ini, bahasa langsung klik di Bahasa Inggris. Lalu mereka akrab. Mudah berjual beli bahasa negara masing-masing. Tentu saja mereka betah. Sebab setiap ada masalah, bisa dibicarakan ke dalam bahasa Inggris sambil belajar bahasa negeri masing-masing sebagai tujuan pembelajaran lintas budaya. Bukankah bahasa adalah artefak budidaya manusia yang paling tinggi? Dimana setiap kosa kata ada makna dan kesejarahannya? Konteks lokalitasnya? Adatnya?

Apalagi komunitas KEP berisi para remaja dan pemuda. Mereka sebaya. Makanya dua kali klik. Wajarlah KEP bertumbuh hingga kini karena aliran kegiatan pertukaran pelajar bersama Binabud Chapter Pontianak tak putus-putusnya. Sambung bersambung. Sauh ditarik. Kiambang pun bertaut.

BIPA Kampoeng English Poernama dan Bina Antarbudaya.2
Foto aktivitas di Kampoeng English Poernama yang berkantor pusat di Purnama Agung VII Kota Pontianak

*Apa sasaran berikutnya? Setelah KEP dan Binabud sublim dalam satu napas aktivitas, bersama BIPA akan dapat menumbuhkan destinasi wisata khusus budaya, yakni bahasa. KEP-Binabud-BIPA bisa mewujudkan “Kampoeng Bahasa” sebagai sentral pembelajaran bahasa-bahasa. Sudah ada Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Ada pembelajaran bahasa Jerman, Italia, Jepang, Belgia, Filipina, dll sesuai dengan negara asal pertukaran pelajar dan mahasiswa. Bisakah? Bisa. Whynot? Mari kita coba. Bagaimana pendapat Anda?